oleh

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Makassar

WAHANAINFOTA, MAKASSAR – Jumlah warga yang diamankan diduga terlibat kasus pengambilan paksa jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) covid-19 di Makassar bertambah. Dari 26 menjadi 31 orang.

Dari hasil gelar perkara, dua di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu diungkap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, Selasa (09/06/2020).

“Tim penyidik kasus pengambilan paksa jenazah pasien Covid 19 beberapa rumah sakit di Makassar telah melaksanakan gelar perkara di ruang Ditreskrimum Polda Sulsel. Dipimpin langsung Dirreskrimum Polda. Juga dihadiri para Kasubdit, Kabag Wasidik, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar dan seluruh penyidik yang menangani tersebut,” katanya via pesan WhatsApp.

Kombes Pol Ibrahim bilang, para tersangka terlibat di tiga rumah sakit berbeda. Dua tersangka mengambil paksa jenazah di RS Dadi. Satu pada kasus di RS Stella Maris dan lima pada kasus di RS Labuang Baji.

“Prosesnya dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan  dan menetapkan tersangka. Anggota telah mengamankan 25 orang  dan telah menetapkan 2 terangka yaitu SA dan MR. Untuk kasus di RS Stella Maris diamankan 1 tersangka yaitu AW. Sedangkan kasus di RS Labuang Baji, sementara ini mengamankan  5 orang  tersangka,” terang dia.

Polisi berpangkat tiga bunga melati itu kembali mengatakan, para tersangka akan dijerat Pasal pasal 214, 335, 207 KUHP dan pasal 93 UU no 6 tahun 2018, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Kemungkinan para tersangka akan bertambah karena  akan dilakukan penangkapan terhadap para pelaku, tim gabungan di lapangan sudah dibentuk yaitu terdiri dari tim resmob polda, brimob, shabara polda, jatanras polrestabes Makassar,” ucap Kombes Pol Ibrahim menambahkan.

“Jadi sekali lagi, saya harap masyarakat jangan lagi ada yang melakukan pengambilan paksa jenazah tersebut, karena polisi pasti bertindak, bahkan tim gabungan di lapangan sudah dibentuk untuk menangkal kejadian ini terjadi lagi. Tindakan tegas dan penegakan hukum tersebut dilakukan untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas, agar tidak ada lagi aksi yang menjadi potensi penyebaran covid 19 ,” tutupnya dengan tegas.

Ada pun ke-31 warga yang diamankan itu, telah menjalani pemeriksaan dan rapid test.(bs)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed