Categories: Nasional

Mendukung Ide Besar Presiden Prabowo Ketua MPR Jumpa Taruna Ikrar Bahas Indonesia Kekurangan 100.000 Dokter, Percepat Pendidikan Kedokteran Nasional

JAKARTA — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RepubIik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani melakukan pertemuan penuh keakraban dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., Selasa (3/2/2026) siang.

Pertemuan keduanya membahas tantangan serius sektor kesehatan nasional, khususnya kekurangan lebih dari 100.000 dokter di Indonesia, baik dokter umum maupun dokter spesialis.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Muzani menyoroti bahwa rasio dokter Indonesia masih berada di bawah standar ideal World Health Organization (WHO), yakni 1 dokter per 1.000 penduduk.

Kondisi ini semakin diperberat oleh ketimpangan distribusi tenaga medis, di mana mayoritas dokter terkonsentrasi di wilayah Jawa dan Bali, sementara daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) masih mengalami kekurangan parah, bahkan terdapat Puskesmas yang belum memiliki dokter.

Ketua MPR menegaskan bahwa kekurangan tenaga medis bukan sekadar persoalan angka, tetapi berdampak langsung pada akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Keterbatasan dokter, terutama dokter spesialis, menyebabkan masyarakat di daerah terpencil sulit memperoleh layanan kesehatan yang memadai, meningkatkan beban kerja dokter yang ada, serta mendorong rujukan yang tidak perlu dan membebani biaya kesehatan nasional.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Taruna Ikrar menyampaikan pentingnya percepatan dan pembenahan pendidikan kedokteran nasional secara komprehensif.

Ia menekankan bahwa upaya penambahan jumlah dokter harus berjalan seiring dengan penjagaan mutu pendidikan, standar kompetensi, dan keselamatan pasien.

Pengalaman Indonesia di tingkat nasional dan global menunjukkan bahwa percepatan pendidikan kedokteran memerlukan tata kelola yang kuat dan kolaborasi lintas sektor.

Menurut Ahmad Muzani sosok kepala BPOM RI Taruna Ikrar memiliki rekam jejak panjang di bidang regulasi kedokteran, antara lain sebagai Ketua Konsil Kedokteran Indonesia periode 2020–2025 serta Director (Members-at-Large) di International Association of Medical Regulatory Authorities atau Konsil Kedokteran Dunia periode 2021–2025.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam merumuskan arah kebijakan pendidikan kedokteran yang selaras dengan standar global namun tetap kontekstual dengan kebutuhan Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Ahmad Muzani juga menyampaikan gagasan strategis pembukaan dan penguatan fakultas kedokteran sebagai solusi jangka menengah dan panjang. Ia mendorong sinergi antara Prof. Taruna Ikrar dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kementerian Kesehatan dan para pemangku kebijakan terkait, untuk merumuskan desain pendidikan kedokteran nasional yang cepat, merata, dan berkeadilan.

Sejalan dengan arah kebijakan nasional, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pendidikan kedokteran melalui rencana pembukaan fakultas kedokteran baru, peningkatan kapasitas program studi kedokteran, serta penguatan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit pendidikan.

Langkah ini diharapkan mampu menjawab kekurangan dokter nasional sekaligus memperkuat fondasi sumber daya manusia kesehatan Indonesia.

Pertemuan Ketua MPR dan Prof. Taruna Ikrar tersebut menjadi penanda penting bahwa isu kekurangan dokter telah menjadi perhatian strategis lintas lembaga negara.

Dengan kolaborasi kuat antara regulator, pembuat kebijakan, dan institusi pendidikan, percepatan pendidikan kedokteran diharapkan menjadi jalan nyata menuju sistem kesehatan nasional yang lebih merata, tangguh, dan berkeadilan. (**)

Wahana Infota

Recent Posts

  • Nasional

Edukasi Gemar Memasyarakatkan Ikan, Mahasiswa Budidaya Perairan Unhas Gelar Penyuluhan di SDN 119 Barru dan SDN 117 Barru Desa Lawallu, Kec. Soppeng Riaja

BARRU – Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Sucianti Lestari, melaksanakan program kerja GEMARI…

2 minggu ago
  • Nasional

Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Gerakan PSN 3M Plus di Rumah Warga Desa Lawallu

WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)…

2 minggu ago
  • Nasional

Edukasi Risiko Jatuh pada Lansia, Mahasiswa Fisioterapi Unhas Gelar Penyuluhan di Desa Lawallu, Kec. Soppeng Riaja

BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…

3 minggu ago
  • Nasional

Mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin Gelar Edukasi “SIAGA STUNTING” untuk Perkuat Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan di Desa Lawallu

Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "SIAGA STUNTING: Sinergi…

3 minggu ago
  • Nasional

Taruna Ikrar Bertemu Dudung Abdurachman, BPOM Perkuat Perlindungan Masyarakat dan Daya Saing Industri Nasional

JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…

4 minggu ago
  • MAKASSAR TA'
  • Nasional

PerBPOM No5/2026 Perkuat Pemerataan Akses Obat Aman dan Bermutu di Indonesia

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…

2 bulan ago