Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk “SIAGA STUNTING: Sinergi Keluarga dalam Pencegahan Stunting melalui Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) pada Ibu Hamil.
Terlaksana di Desa Lawallu” pada Selasa, 21 Juli 2026, bertempat di Posyandu Meniran, Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru. Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WITA dan diikuti oleh ibu hamil sebagai sasaran utama program.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan promotif dan preventif yang berfokus pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), yaitu masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Periode ini merupakan fase krusial yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga menjadi titik awal yang strategis dalam mencegah stunting.
Program edukasi ini dihadiri oleh Kepala Desa Lawallu, Petugas Gizi Puskesmas Mangkoso, serta Bidan Desa Lawallu yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Desa Lawallu.
Berdasarkan data Posyandu Desa Lawallu, terdapat 114 bayi dan balita, dengan 24 balita di antaranya mengalami stunting atau sekitar 21,05%. Selain itu, tercatat 13 ibu hamil, dengan 3 orang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan edukasi yang menitikberatkan pada peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai pemenuhan gizi selama kehamilan, pentingnya konsumsi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) atau Tablet Tambah Darah (TTD), pemeriksaan kehamilan secara rutin (ANC), penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta persiapan pemberian ASI Eksklusif sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pengisian pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai stunting dan 1000 HPK. Selanjutnya peserta mengikuti penyampaian materi edukasi menggunakan media PowerPoint dan leaflet, yang dilanjutkan dengan sesi interaktif “Pojok 1000 HPK”.
Pada sesi ini peserta memperoleh edukasi secara bergantian mengenai pemenuhan gizi ibu hamil sesuai trimester, pentingnya konsumsi MMS/TTD, persiapan ASI Eksklusif, serta pemantauan pertumbuhan anak melalui Posyandu.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi, pengisian post-test, pembagian leaflet sebagai media edukasi berkelanjutan, serta dokumentasi bersama.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya menjaga status gizi selama kehamilan sebagai langkah awal dalam mencegah stunting. Selain itu, peserta diharapkan mampu menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN-PK bersama Bidan Desa dan kader Posyandu juga akan melakukan monitoring dan evaluasi sekitar satu minggu setelah pelaksanaan edukasi. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat penerapan materi yang telah diberikan, mengevaluasi kepatuhan konsumsi MMS/TTD, praktik pemenuhan gizi selama kehamilan, serta memberikan pendampingan dan penguatan edukasi kepada ibu hamil yang masih membutuhkan bimbingan.
Program SIAGA STUNTING sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui upaya perbaikan status gizi ibu dan pencegahan stunting, SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Universitas Hasanuddin, Pemerintah Desa Lawallu, Puskesmas Mangkoso, Bidan Desa, dan kader Posyandu dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara mahasiswa, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan stunting di Desa Lawallu dapat terus diperkuat sehingga mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Narahubung:
Syafiqah Aufa Nailah
Mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin
Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru
BARRU – Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Sucianti Lestari, melaksanakan program kerja GEMARI…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)…
BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…
JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…
JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…
MAKASSAR – Turnamen sepak bola bergengsi Wali Kota Makassar Cup 2026 dipastikan akan menghadirkan persaingan yang semakin menarik. Salah satu…