WAHANA INFOTA – Menurut UU No.23 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan nasional (Sikdiknas), Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan nagara. Pendidikan dapat pula diartikan sebagai usaha yang sistematis untuk mencapai taraf hidup atau untuk kemajuan lebih baik.
Salah satu aspek yang seharusnya mendapat perhatian utama adalah pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan. Menurut Megasari (2014) pengelolaran sarana dan prasarana sangat penting karena dengan adanya pengelolaan sarana dan prasarana lembaga pendidikan akan terpelihara dan jelas kegunaanya. Sarana pendidikan umumnya mencakup semua fasilitas yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan.
Seperti yang kita ketahui Papan tulis merupakan salah satu sarana yang masih banyak digunakan dalam proses pembelajaran di indonesia. Hal ini karena sebagian besar metode pendidikan belum sepenuhnya tersentuh teknologi digital terkhusus daerah-daerah terpencil.
Dimana proses belajar-mengajarnya masih menggunakan cara konvensional yaitu dari guru (pemberi ilmu) memberikan pelajaran kepada murid melalui pengetahuan yang ditulis lewat papan tulis. Namun,dalam menghapus tulisan-tulisan yang ada dipapan tulis membutuhkan waktu terlebih lagi menguras tenaga. Dan perlu kita ketahui bahwa menghapus papan tulis merupakan aktivitas yang tidak disukai oleh para siswa karena harus dilakukan berulang-ulang.
Sebagai rangkaian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset dan Teknologi, Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar, Membuat sebuah Prototipe Inovasi baru alat Penghapus Papan Tulis Sensor Suara, sebagai upaya mempermudah penghapusan papan tulis.
Ketiga Mahasiswa yang berasal dari dua disiplin ilmu ini diantaranya Putri (Pendidikan Vokasional Mekatronika), Muhammad Irfandi (Pendidikan Vokasional Mekatronika) dan Abdullah (Pendidikan Teknik Elektro), dibawah bimbingan Dr.Edy Sabara,M.Si
Putri mengatakan, Prinsip kerja alat ini adalah, ketika kita memerintahkan kepada papan tulis untuk hapus, maka alat secara otomatis akan menghapus tulisan pada papan tulis ini dikarenakan adanya sistem sensor suara yang kita gunakan yaitu voice recognation yang telah kita program pada arduino, dengan Motor Stepper Sebagai penggerak alat tersebut.
“Tim berharap, alat ini dapat diproduksi secara massal kepada lembaga pendidikan yang menggunakan papan tulis sebagai media pembelajarannya agar lebih memudahkan mereka dalam menghapus tulisan- tulisan yang ada pada papan tulis,” pungkas Putri. (*Putri)
WAHANAINFOTA, - secara resmi menutup rangkaian kegiatan Upgrading Pengurus Harian LPM Penalaran UNM Periode 2025/2026 pada Ahad, 12 April 2026,…
MAKASSAR, - Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menyelenggarakan kegiatan Upgrading Pengurus Harian LPM Penalaran UNM Periode…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Walikota Makassar, Munafri Arifuddin menerima kunjungan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti di Balai Kota…
MAKASSAR – Ikatan Alumni SMAN 17 Makassar (IKA17MKS) sukses menggelar Internal Tournament Padel Jubel 2026 sebagai ajang silaturahmi lintas angkatan…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR,- Di penghujung bulan suci Ramadan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika…
JAKARTA — Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menjadi saat yang penuh kebahagiaan, silaturahmi, dan kehangatan keluarga Namun di balik…