JAKARTA — Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menjadi saat yang penuh kebahagiaan, silaturahmi, dan kehangatan keluarga Namun di balik hidangan khas Lebaran yang menggoda, tersimpan potensi risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.
Praktisi kesehatan, dr Wachyudi Muchsin, S Ked, S H, M Kes, C Med, yang dikenal sebagai Dokter Koboi, mengingatkan bahwa penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan asam urat kerap “mengintai” setelah perayaan Idulfitri
“Setelah sebulan tubuh beradaptasi dengan pola puasa yang lebih teratur, saat Lebaran justru terjadi lonjakan konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan purin Ini bisa memicu gangguan kesehatan secara tiba-tiba,” ujar Dokter Koboi
Dokter Wachyudi menjelaskan bahwa hidangan khas seperti opor ayam, rendang, sambal goreng, serta aneka kue kering dan minuman manis dapat meningkatkan risiko diabetes, akibat lonjakan gula darah dari konsumsi makanan dan minuman manis hipertensi dipicu oleh asupan garam dan lemak berlebih kolesterol tinggi.
Akibat lemak jenuh dari santan dan daging serta asam urat karena konsumsi jeroan dan makanan tinggi purin.
Menurutnya, fenomena “balas dendam makan” setelah berpuasa sering menjadi penyebab utama meningkatnya kasus gangguan kesehatan pasca Lebaran.
“Tidak sedikit pasien yang justru mengalami serangan akut setelah Idulfitri mulai dari gula darah melonjak tekanan darah naik hingga nyeri sendi akibat asam urat,” jelasnya.
Dokter Koboi sapaan Wachyudi Muchsin menegaskan bahwa kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk usia muda, terutama jika tidak menjaga pola makan dan gaya hidup sehat.
Sebagai langkah pencegahan, ia mengimbau masyarakat untuk,
mengontrol porsi makan dan tidak berlebihan.
Membatasi makanan bersantan, berlemak, dan tinggi gula
Memperbanyak konsumsi air putih dan buah. Tetap aktif bergerak atau berjalan kaki setelah makan.
Rutin memantau tekanan darah dan gula darah khususnya bagi penderita penyakit kronis.
“Idulfitri adalah momentum kemenangan dan kebahagiaan Jangan sampai berubah menjadi awal munculnya penyakit Kunci utamanya adalah keseimbangan nikmati hidangan tapi tetap bijak,” tutupnya. (**)
BARRU – Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Sucianti Lestari, melaksanakan program kerja GEMARI…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)…
BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…
Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "SIAGA STUNTING: Sinergi…
JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…
JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…