WAHANA INFOTA – 4 pemain Timnas Indonesia 2010, Ponaryo Astaman, Hamka Hamzah, Maman Abdurrahman, dan Markus Horison hadir memberikan komentar mereka perihal isu match fixing yang sedang berkembang di ruang publik. Mereka menjawab beberapa pertanyaan dari Najwa Shihab dalam acara catatan najwa sebuah program yang tayang di Narasi Tv, Youtube.
Ketiga pemain yang namanya sempat disebut-sebut terlibat dugaan match fixing pada final leg pertama Indonesia Vs Malaysia di bukit jalil, usai adanya komentar yang diungkapkan oleh mantan Manejer Timnas, Andi Darussalam Tabusalla, terkait informasi informasi yang ia terima saat masih menjabat kala itu, yakni Maman Abdurrahman, Hamka Hamzah Dan Markus Horison, mengaku siap diperisa oleh tim satgas Polri terkait hal tersebut.
“Disini kami sudah terbuka semua, sama dengan ini yang kami bicarakan” Jawab Hamkah saat ditanyai terkait kesiapannya untuk memberikan keterangan terbuka kepada pihak satgas Polri.
Markus pun menyarankan, agar seluruh pemain dalam Timnas 2010 ikut dimintai keterangan, “Kalo perlu satu tim mbak, suruh aja satgas panggil kami satu tim yang 2010” tutur Markus.
Pemain Timnas lainnya, Maman Abdurrahman juga turut memberikan komentarnya perihal blunder yang ia lakukan di final Aff 2010, yang kini menuai kontroversi, maman mengatakan bahwa itu murni kesalahan tekhnis di lapangan tanpa adanya unsur kesengajaan, terlebih lagi untuk membuat Timnas Indoesia kalah.
“ketika itu, dia (pemain Malaysia) mau dekat, saya memang menunggu dia dekat, supaya saya bisa ambil badannya (dengan haluan tangannya), tapi, ketika dia mendekat dia menghindar dari saya, menjauhi tangan saya” ujar Maman.
Maman menambahkan bahwa pemain Malaysia yang dikawalnya saat itu punya skill kecepatan sehingga ia gagal menutup ruang gerak pemain tersebut, yang kemudian menjadi awal lahirnya gol pertama Malaysia saat itu.
Hamkah Hamzah yang merupakan duet Maman di lini belakang timnas saat itu turut berkomentar soal kejadian tersebut, sembari menyaksikan tayangan ulangnya, Hamka mengatakan “striker ini melihat, coba kita lihat maman pas lari, dia (pemain malaysia) juga menunggu” tutur Hamka.
Baik Hamka, Maman dan Markus sangat menyesalkan terkait adanya tuduhan suap yang melibatkan nama mereka yang kemudian mengakibatkan hujatan demi hujatan harus mereka dapatkan.
“Saya lebih baik gak punya duit, daripada harus makan duit seperti itu. Saya dari kecil hidup keras karna saya bukan dari orang yang berada. Saya berjuang dari bawah tidak mungkin ketika saya sudah naik, saya menjatuhkan harga diri saya sendiri” Kata Maman Abdurrahman.
Diketahui, terkait kasus ini pihak Polri telah membentuk tim Satgas untuk menelusuri dan mengupas tuntas terkait pengaturan skor di persepakbolaan Indonesia, yang salah satunya diduga terjadi di final piala AFF 2010, pertemuan antara Malaysia vs Indonesia, di Bukit Jalil, Malaysia. (SN)













Leave a Reply