Categories: Nasional

Sehari Sebelum Meininggal, Siswa Taruna ATKP Makassar Diajak Kumpul Bersama Teman Seangkatan Dan Senior

WAHANA INFOTA – Selain menyisakan luka mendalam bagi keluarga, Kematian Aldama, Taruna tingkat I Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar yang meninggal dunia di Kampusnya pada Minggu (3/2/2019) malam juga menyisakan sederet kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan oleh pihak keluarga pada saat melihat langsung jazad sang anak.

“Kalau saya lihat jenazah anak saya itu kematiannya tidak wajar. Ada bekas luka dan memar di beberapa bagian tubuhnya termasuk di jidatnya,” kata Daniel, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (4/2/2019) malam dikutip dari sinarkata.media.

Dalam keterangannya, ayah Almada,  Pelda Daniel Pongala menuturkan bahwa pada saat sehari sebelum kejadian Aldama mendapat telpon dari teman selettingnya di ATKP, dan diajak untuk kumpul-kumpul dengan teman letting dan senior-seniornya di kawasan Antang.

“Waktu malam minggu, anak saya itu dapat telpon. Dia diajak kumpul-kumpul di Antang. Anak saya itu minta izin ke saya untuk ke Antang katanya ada acara kumpul lettingnya dengan senior-seniornya. Dari rumah saya ke Antang kan jauh, jadi saya tidak izinkan. Apalagi sudah malam, karena saat itu sudah lewat jam 21.00 Wita. Saya bilang ke anak saya, tidak usah, bahaya sekarang keluar malam,” kata Daniel, Senin (4/2/2019).

Beberapa menit kemudian, lanjut Daniel, anaknya kembali mendapat telpon dan ditanya oleh sang penelpon kenapa belum datang.

“Anak saya hanya menjawab ‘siap bang, siap bang’. Saya tanya, siapa sih itu? Kok memaksa, sudah malam begini. Anak saya saya suruh matikan telponnya. Sekitar lima menit kemudian, masuk lagi telpon dari penelpon yang sama. Saya tidak tahu apa yang dikatakan si penelpon, tapi anak saya itu jawabnya ‘siap salah bang, siap salah bang’. Kalau dari kata-katanya itu, anak saya seperti ketakutan. Tapi saya tidak curiga ada apa-apa, dan saya suruh dia matikan telponnya lagi,” ujarnya.

Keesokan paginya sekira pukul 10.00 Wita, Daniel mengantar putranya tersebut untuk membeli beberapa atribut di samping Mapolda Sulsel, dan lanjut ke Kampus ATKP.

“Setelah beli atribut untuk dia, saya antar dia ke ATKP. Sampai disana itu sekira pukul 12.00 Wita. Disitu Aldama hormat sama saya dan peluk saya, sambil bilang ‘hati-hati di jalan pak’. Saya balas, ‘baik-baik kamu disini nak’. Setelah itu tinggalkan. Itu terkahir saya komunikasi dengan anak saya itu,” tuturnya.

Daniel mengatakan, dugaan ada yang tak wajar dari kematian anaknya bukan tanpa alasan. Selain luka-luka di sekujur tubuh jenazah putranya, kata dia, pihak rumah sakit pun mengatakan bahwa kematian Aldama tak wajar.

“Pihak rumah sakit bilang ke saya, ‘pak ada yang janggal dari kematian anak bapak ini. Bukan jatuh di kamar mandi itu pak. Kalau bapak mau tahu sebenarnya, lebih baik anak bapak diotopsi’. Orang rumah sakit yang ngomong sama saya itu. Dan kalau kita lihat luka dan memar di sekujur tuibunya, memang tidak seperti orang jatuh di kamar mandi seperi yang disampaikan pihak ATKP,” imbuhnya. (sumber)

 

Wahana Infota

Recent Posts

  • Nasional

Edukasi Risiko Jatuh pada Lansia, Mahasiswa Fisioterapi Unhas Gelar Penyuluhan di Desa Lawallu, Kec. Soppeng Riaja

BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…

2 hari ago
  • Nasional

Mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin Gelar Edukasi “SIAGA STUNTING” untuk Perkuat Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan di Desa Lawallu

Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "SIAGA STUNTING: Sinergi…

3 hari ago
  • Nasional

Taruna Ikrar Bertemu Dudung Abdurachman, BPOM Perkuat Perlindungan Masyarakat dan Daya Saing Industri Nasional

JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…

6 hari ago
  • MAKASSAR TA'
  • Nasional

PerBPOM No5/2026 Perkuat Pemerataan Akses Obat Aman dan Bermutu di Indonesia

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…

2 bulan ago
  • MAKASSAR TA'

Diperkuat Ferdinand “The Dragon” Sinaga, Dokter Koboi FC Kuda Hitam Walikota Makassar Cup 2026

MAKASSAR – Turnamen sepak bola bergengsi Wali Kota Makassar Cup 2026 dipastikan akan menghadirkan persaingan yang semakin menarik. Salah satu…

2 bulan ago
  • Nasional

Langkah Strategis BPOM RI di Malaysia: Memperkuat Arah Pengembangan Teknologi Sel dan Gen Global

MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…

2 bulan ago