WAHANA INFOTA, MAKASSAR — Kolaborasi dalam pengembangan potensi bisnis agrokompleks menjadi salah satu topik pembahasan dalam sebuah pertemuan Bincang Bisnis, yang dihadiri Wakil Ketua Bidang Perekeonomian Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) Sulawesi Selatan, Budi Setiawan.
Bersama Budi, juga hadir dalam pertemuan tersebut, Basri Zein, Makassar Owner Pipos, dr. Jhon Hard, pengusaha Tambak dari Pontianak dan Heny Suhaeny Pengelolah Center NASA DD 991 Makassar.
Potensi bisnis agrokompleks dengan cakupan yang begitu luas, diantaranya mencakup sektor pertanian, perikanan, perkebunan, tentunya memberi kesempatan besar bagi siapa saja yang ingin melakukan usaha di bisnis tersebut.
“Hari ini dalam pertemuan Bincang Bisnis, kami membahas terkait kerjasama di bidang Agrokompleks, kebetulan salah satu di antara kami ada pengusaha Tambak dari Pontianak, yaitu bapak dr. Jhon Hard dengan ratusan hektar lahan tambak yang beliau kelola saat ini” kata Heny Suhaeny dari PT Nasa.
Heny melanjutkan bahwa, pembahasan mengerucut terkait pola kerjasama di bidang Agrokompleks, diantaranya kualitas prodak NASA yang mendapatkan pengakuan seperti yang dipaparkan dalam bincang bisnis tersebut.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur, karna selama beliau mengelola tambak disana, sudah mencoba berbagai jenis pupuk dan Prodak NASA dianggap paling baik kualitasnya, bahkan beliau pun dalam pertemuan ini, menyempatkan untuk memesan 500 botol pupuk NASA untuk tambak” terang Heny.
Heny mengatakan bahwa potensi bisnis agrokompleks melalui PT Nasa terbuka untuk siapa saja.
“Karna di PT Nasa ini sistemnya kan kemitraan, jadi terbuka peluang bagi siapapun untuk bergabung bersama kami, dan jangan ragu untuk potensi bisnis agrokompleks itu sangat luas, jadi kebutuhan masyarakat terhadap prodak NASA ini memang sangat tinggi” sebut Heny.
Produk PT Nasa secara kualitas memang tidak diragukan lagi, sehingga tak mengherankan jika banyak perusahaan-perusahaan Agrokompleks yang kemudian tertarik menggunakan prodak tersebut.
“Alhamdulillah, kami pada hari ini juga sudah deal Market dengan PT. Batatex Agro Sulawesi yang memproduksi Pakan Ternak di Maros, mereka tertarik untuk memakai prodak NASA yaitu Viterna dan Tangguh Probiotik sebagai campuran pada fermentasi pakan ternak yang punya target market hingga 340rb ekor sapi” jelasnya. (SN)
BARRU – Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Sucianti Lestari, melaksanakan program kerja GEMARI…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)…
BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…
Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "SIAGA STUNTING: Sinergi…
JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…
JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…