Categories: Nasional

Presiden Meminta Produktivitas Sektor Kelapa Sawit Terus Di Tingkatkan Tanpa Memperluas Lahan

WAHANA INFOTA – DENPASAR- Setelah pertemuan IMF-WB beberapa minggu lalu, kini Bali kembali dipercaya sebagai tuan rumah pertemuan Internasional Kelapa Sawit atau International Palm Oil Conference yang ke 14, selama tiga hari dari tanggal 29-31 Oktober.

Pada acara yang digelar di Hotel Sofitel-Nusa Dua, Gubernur Bali Wayan Koster berkesempatan mendampingi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam membuka acara tersebut, Senin (29/10)

Presiden Jokowi dalam sambutannya mengatakan, Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar dunia. Namun, untuk mempertahankan posisi tersebut, tidak harus dengan memperluas lahan. “Saya ingin produktivitas ditingkatkan dulu. Jangan sampai kalah dari negara tetangga, kita sama-sama pintar,” kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan, sektor kelapa sawit sangat membanggakan. Namun, masih banyak tantangan pengembangan sektor kelapa sawit ke depan, seperti peremajaan perkebunan sawit rakyat, perluasan pasar ekspor, hilirisasi, serta implementasi program B20.

“Produksi 42 juta ton minyak sawit itu sangat besar. Nilai devisa ekspornya mencapai lebih Rp 300 triliun,” kata Presiden di hadapan 600 peserta Pembukaan IPOC.

Dalam sambutannya, Presiden juga menekankan lima hal yang harus dilaksanakan agar pengembangan sektor kelapa sawit bisa berkontribusi kepada SDGs (Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan). Pertama, tata kelola perkebunan kelapa sawit harus semakin ramah lingkungan. Karena itu perlu memaksimalkan pemanfaatan teknologi.

Aspek kedua, kata Presiden, percepatan peremajaan perkebunan sawit rakyat. “Saya minta agar prosedur pencairan dana hibah peremajaan sawit dipangkas. Cukup buat satu prosedur saja. Karena jika peremajaan sawit ini berjalan, kesejahteraan petani akan meningkat,” kata Presiden.

Aspek ketiga, kata Presiden, pasar ekspor harus dikembangkan. Perlu mencari pasar-pasar baru di luar pasar yang sudah ada saat ini. “Ada Iran, Afrika, dan negara-negara Asia Selatan. Tiongkok sudah menambah 500 ribu ton. Tapi masak ya presiden disuruh jualan terus,” kata Presiden.

Aspek keempat dan kelima, kata Presiden adalah hilirisasi industri sawit dan implementasi program mandatori biodiesel B20. “Implementasi B20 berjalan tapi tidak secepat yang saya inginkan,” kata Presiden.

Sementara itu, konferensi minyak sawit terbesar dunia IPOC merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia). Tahun ini, IPOC yang menjadi konferensi sawit terbesar dunia ini mengangkat tema “Palm Oil Development: Contribution to SDGs”. Sekitar 1.500 peserta dari 36 Negara hadir pada IPOC 2018 & 2019 Price Outlook.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Gapki Joko Supriyono dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Presiden Joko Widodo pada peresmian Pembukaan IPOC 2018.

“Dukungan Bapak Presiden kepada sektor kelapa sawit sangat besar. Ini ditunjukkan dengan berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong pengembangan sektor kelapa sawit termasuk pada program peningkatan produktivitas dan peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat,” kata Joko Widodo.

Joko mengatakan, dukungan pemerintah lainnya ditunjukkan pada pelaksanaan program mandatory B20, pengembangan pasar-pasar ekspor baru, dan pengembangan SDM kelapa sawit di berbagai perguruan tinggi. “Belum pernah ada Presiden RI yang menanam sendiri langsung tanaman kelapa sawit ini,” katanya.

Joko Supriyono juga menyampaikan apresasi karena pemerintah cukup aktif mengkampanyekan industri sawit Indonesia di luar negeri. Khususnya di negara-negara tujuan ekspor. “Bahkan Bapak Presiden selalu pasang badan memberikan perlindungan terhadap segala bentuk hambatan perdagangan minyak sawit, khususnya di Eropa dan AS,” katanya.

Joko mengatakan, produksi minyak sawit Indonesia mencapai 42 juta ton di mana 30 juta ton akan diekspor. “Karena itu, terkait program mandatory biodiesel B20 kami sangat siap menyediakan bahan baku. Dengan pasokan minyak sawit sebesar ini, program biodiesel tidak pernah kesulitan bahan baku,” kata Joko Widodo.

Dalam peresmian Pembukaan IPOC kemarin, hadir sekitar 200 orang, 100 petani plasma, para Pengurus Pusat dan Cabang Gapki, serta para pimpinan perusahaan kelapa sawit.

Dalam acara Pembukaan IPOC ini, Presiden Joko Widodo juga menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba TBS (tandan buah segar) terberat dan produktivitas kebun. Pemenang hadiah TBS terberat adalah Suparji, petani sawit dari Sumatra Selatan, dengan TBS seberat 95 kilogram.

Sementara petani dengan produktivitas tertinggi yaitu 22,1 ton dimenangkan oleh KUD Petapahan Maju Bersama, Kabupaten Kampar, Riau. (**)

Wahana Infota

Recent Posts

  • Nasional

Edukasi Gemar Memasyarakatkan Ikan, Mahasiswa Budidaya Perairan Unhas Gelar Penyuluhan di SDN 119 Barru dan SDN 117 Barru Desa Lawallu, Kec. Soppeng Riaja

BARRU – Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Sucianti Lestari, melaksanakan program kerja GEMARI…

4 minggu ago
  • Nasional

Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Gerakan PSN 3M Plus di Rumah Warga Desa Lawallu

WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)…

4 minggu ago
  • Nasional

Edukasi Risiko Jatuh pada Lansia, Mahasiswa Fisioterapi Unhas Gelar Penyuluhan di Desa Lawallu, Kec. Soppeng Riaja

BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…

1 bulan ago
  • Nasional

Mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin Gelar Edukasi “SIAGA STUNTING” untuk Perkuat Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan di Desa Lawallu

Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "SIAGA STUNTING: Sinergi…

1 bulan ago
  • Nasional

Taruna Ikrar Bertemu Dudung Abdurachman, BPOM Perkuat Perlindungan Masyarakat dan Daya Saing Industri Nasional

JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…

1 bulan ago
  • MAKASSAR TA'
  • Nasional

PerBPOM No5/2026 Perkuat Pemerataan Akses Obat Aman dan Bermutu di Indonesia

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…

3 bulan ago