MAKASSAR, – Muhammad Riadi, juru bicara pasangan nomor 3 Indira Yusuf Ismail – Ilham Ari Fauzi mengklarifikasi video 39 detik yang diteruskan berkali-kali oleh pihak tidak bertanggung jawab di media sosial.
Dalam video yang tidak utuh tersebut, diberikan narasi bahwa Ibu Indira tidak memiliki wawasan. Terkait fungsi pedestrian.
Riadi meminta publik tidak hanya mengacu pada potongan video yang sudah diedit. Karena maksud Ibu Indira terkait fungsi pedestrian tidak seperti yang diucapkan dalam potongan video tersebut.
Hal ini bisa didengar pada video lengkap saat debat. Bahwa pasangan INIMI memprioritaskan pejalan kaki, penyandang disabilitas dan anak-anak untuk nyaman menggunakan pedestrian.
Terkait ucapan pesepeda dan pengendara motor, kata Riadi, Ibu Indira ingin menyampaikan bahwa saat ini fungsi pedestrian banyak disalahgunakan oleh pengendara motor dan pesepeda.
Misalnya, dijadikan tempat parkir dan jalur cepat saat menghindari jalan raya yang macet.
“Karena waktu yang sempit dan harus berbagi kesempatan dengan Ilham Fauzi, Ibu Indira belum sempat menjelaskan secara utuh maksud dari pernyataannya,” kata Riadi, Jumat 1 November 2024.
Ibu Indira dalam kampanye selalu mengatakan akan mengembalikan fungsi jalan raya dan fungsi pedestrian. Pejalan kaki tidak terganggu dengan pengendara motor atau kendaraan lain. Pedagang juga tidak boleh menutup jalur pejalan kaki.
Lintasan untuk pesepeda juga akan dibuat lebih nyaman. Tidak terganggu dengan jalur kendaraan bermotor.
Hal tersebut juga sudah ditegaskan oleh Ilham Fauzi dalam debat. Bahwa pasangan INIMI akan menjadikan pejalan kaki sebagai prioritas sebagai pemakai jalan.
Riadi meminta publik tidak langsung percaya dengan potongan video yang diviralkan tanpa klarifikasi. Karena bisa menjadi fitnah.
“Momen politik, publik harus hati-hati menerima informasi. Jangan langsung percaya,” katanya.
Riadi meminta publik bisa meminta klarifikasi langsung ke tim pemenangan INIMI. Jika ada informasi yang dianggap kurang jelas dan cenderung mengarah ke kampanye hitam.
Tim INIMI menyebut potongan video yang sengaja disebarkan oleh orang tidak bertanggung jawab itu adalah disinformasi. Untuk menjatuhkan pribadi Ibu Indira.
“Insyaallah pasangan INIMI akan terus berkomitmen untuk menjalankan politik santun dan tidak menebar fitnah,” tutup Riadi.
(**)
BARRU – Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Sucianti Lestari, melaksanakan program kerja GEMARI…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)…
BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…
Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "SIAGA STUNTING: Sinergi…
JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…
JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…