WAHANAINFOTA, MAKASSAR – Pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) dinilai sebagai sosok yang paling pantas memimpin Kota Makassar. Syarat kepemimpinan dimiliki pasangan nomor urut 1 ini. Termasuk dari segi kepeduliaan dan komitmennya terhadap pengembangan keagamaan.
Penilaian itu disampaikan pengurus Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) Sulsel, Bunyamin Yafid LC. Menurutnya, sejak dulu pihaknya mengapresiasi perhatian Danny maupun Fatma terhadap syiar keagaaman.
“Selama ini Pak Danny maupun Bu Fatma itu banyak mendukung kegiatan keagamaan. Keduanya sangat peduli dan komitmen terhadap pengembangan keagamaan,” kata Bunyamin yang juga owner Travel An-Nur Maarif saat berbincang dengan awak media, Jumat (20/11/2020).
Deretan kebijakan Danny maupun Fatma saat menjabat di pemerintahan memang banyak menyangkut tentang keagamaan. Sebut saja Gerakan Makassar Salat Subuh Berjemaah yang digalakkan Danny saat menjabat Wali Kota Makassar periode 2014-2019. Termasuk pengajian lorong.
Begitu juga saat Fatma menjabat Anggota DPR RI (2014-2019) dan Ketua TP PKK Kabupaten Sidrap (2008-2018) juga banyak melahirkan program keamanan. Salah satunya adalah program melek Al-Qur’an.
Lewat program ini, Fatma bahkan mendapat penghargaan sebagai tokoh pengentas buta aksara Al-Qur’an di Sulsel. Tidak sampai di situ, program ini bahkan menjadi percontohan di beberapa daerah di Sulsel bahkan nasional.
Bunyamin yang juga alumni Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, mengaku sudah banyak melihat kontribusi Danny maupun Fatma. Dia pun berharap, agar saat terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar nanti, tetap bisa melanjutkan atau bahkan meningkatkan keberpihakan terhadap bidang keagamaan.
“Harapan Makassar ada di situ. Apalagi baik Pak Danny maupun Bu Fatma selama ini berani mengambil kebijakan keagamaan,” ujar sahabat Ustaz Abdul Somad (UAS) yang sama-sama mengenyam pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. (*)
BARRU – Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Sucianti Lestari, melaksanakan program kerja GEMARI…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)…
BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…
Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "SIAGA STUNTING: Sinergi…
JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…
JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…