WAHANAINFOTA, MAKASSAR – Kehadiran Fatmawati Rusdi sebagai kandidat wakil walikota Makassar, terus mendapat apresiasi. Sepak terjang dan pengalamannya yang dimulai dari bawah hingga sukses berkarier di level nasional, membuat banyak pihak tak meragukan kemampuannya.
Fatma yang maju mendampingi Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto ini, tercatat sebagai satu-satunya kontestan perempuan di Pilkada Makassar. Ia sangat berpeluang mencetak sejarah baru. Mengingat sejauh ini, belum ada satupun perempuan yang terpilih secara langsung memimpin Makassar.
Pengusaha kapal kargo ini, menjadi harapan baru sejumlah komunitas perempuan di Makassar. Terutama emak-emak diberbagai kelurahan yang mendambakan perempuan tampil menjadi pemimpin di ibu kota Sulsel tersebut.
Fatma yang juga pernah menjadi anggota DPR RI dan 10 tahun memimpin TP PKK Sidrap, serta pembina berbagai organisasi perempuan, diyakini bisa menjadi garda paling depan menyuarakan dan mewujudkan kepentingan kaum perempuan di Makassar.
Akademisi UIN Alauddin Makassar, Ibnu Hadjar Yusuf, menuturkan, harapan itu sangat wajar ditujukan ke Fatma. Pasalnya, peraih penghargaan pengentas buta aksara Al-Qur’an itu memang punya keberpihakan nyata terhadap program pemberdayaan perempuan.
“Fatma termasuk salah salah satu sosok perempuan yang sangat konsisten dalam hal program pemberdayaan perempuan selama ini. Fatma sangat paham tentang itu. Dan dari rekam jejaknya ketika menjadi anggota DPR dan ketua TP PKK, banyak program yang fokus menyentuh wilayah itu,” kata Ibnu Hadjar saat dimintai tanggapannya, Minggu (20/9/2020).
Jika kelak diberi amanah sebagai wakil walikota Makassar, lanjutnya, maka Fatma juga tak butuh waktu lama beradaptasi. Sebab sudah teruji diberbagai sendi pengabdian.
“Dia tidak akan mengalami kekakuan baik dalam memimpin maupun menjalankan program. Ia sudah teruji di Senayan, dan 10 tahun memimpin TP PKK. Ditambah lagi dengan latar belakang sebagai pengusaha, tentu semakin paham mana program yang strategis harus dijalankan,” ujarnya.
Misalnya, lanjut dia, dimasa pandemi Covid-19, Fatma pasti bisa menggerakkan UMKM yang banyak digeluti ibu-ibu dan perempuan milenial sebagai bagian untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Selain itu, Fatma juga merupakan sosok yang tepat untuk mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan Makassar. Terutama mereka yang masuk dalam golongan perempuan yang rentan dari sisi ekonomi dan sosial.
“Banyak diantara mereka yang jadi tulang punggung keluarganya. Saya rasa Bu Fatma punya program strategis untuk pemberdayaan penyelamatan kaum perempuan,” pungkas eks aktivis mahasiswa ini. (**)
BARRU – Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Sucianti Lestari, melaksanakan program kerja GEMARI…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)…
BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…
Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "SIAGA STUNTING: Sinergi…
JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…
JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…