oleh

Bersama Demokrat, Danny Pomanto Optimistis Ulang Sejarah Kemenangan

WAHANAINFOTA, MAKASSAR – Bakal calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto memiliki sejarah bersama partai Demokrat.

Pada Pilwalkot 2013 lalu, Danny Pomanto memenangi kontestasi lima tahunan itu bersama Demokrat. Danny Pomanto secara konstitusi memegang amanah rakyat, menjadi wali kota Makassar periode 2014-2019.

Melepas masa jabatannya, romantisme itu kembali terulang. Danny Pomanto dan Demokrat kembali bersatu menatap Pilwalkot 2018 lalu. Hanya saja saat itu, dimenangkan oleh kolom kosong.

Sebelumnya, Danny Pomanto bersama pasangannya Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) didiskualifikasi dari pertarungan oleh KPU Makassar. Hanya melahirkan satu pasangan calon, yakni Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi.

Kendati begitu, Danny Pomanto masih tetap optimis. Akan mengulang sejarah bersama Demokrat pada Pilwalkot Makassar 2020 kali ini.

Hal itu dia sampaikan usai mengikuti Fit and Proper Test yang dilaksanakan Demokrat di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu (06/05/2020).

Secara politik, Danny Pomanto bilang, dirinya bersama Demokrat tak dapat dipisahkan sepanjang pelaksanaan pesta demokrasi di Kota Makassar.

“Hubungan saya dengan partai Demokrat ibarat jus herbal (obat Corona)  yang menyembuhkan pasien Covid-19. Dan saya bersama Demokrat tentunya akan menjadi obat kuat untuk memajukan dan memajukan kota Makassar dimasa mendatang,” ungkapnya.

Dia mengakui, di hadapan panelis Demokrat, dia memaparkan berbagai capaiannya selama memimpin kota Makassar.

Dengan begitu, Danny Pomanto berharap bersama Demokrat kembali menghadirkan berbagai kemajuan untuk kota Makassar di masa akan datang.

“Saya memaparkan  beberapa capaian keberhasilan yang kita lakukan dan yang perlu kita lanjutkan bersama Demokrat di periode ke dua nanti,” sebutnya.

Danny Pomanto melanjutkan, secara formal, dirinya belum memiliki bakal calon pendamping untuk menghadapi Pilwalkot Makassar mendatang.

Persoalan itu, dia menyerahkan sepenuhnya ke partai koalisi. Meski santer, akan berpaket dengan Andi Zunnun.

“Wakil saya serahkan ke partai koalisi. Saya secara formal belum memiliki wakil. Tetapi usulan wakil dari saya itu ada, dan keputusan kembali ke partai pengusung,” jelasnya.

“Berpasangan dengan, Zunnun semua bisa terjadi kembali ke partai pengusung. Mau fix atau tidak dengan Zunnun itu urusan partai pengusung,” lanjut Danny Pomanto.

Untuk diketahui, sejauh ini, Danny Pomanto telah mendapat dua dukungan partai politik. Masing-masing NasDem dan Golkar.

Dia juga optimistis akan mencukupkan kursi. Sebagai syarat maju di Pilwalkot Makassar. Jika NasDem dan Golkar memberi rekomendasi usungan, maka, syarat itu tercukupi.

“Kami melakukan komunikasi kepada semua partai politik. Terlalu banyak partai politik juga tidak baik, karena pembagian pasca memang. Intinya partai pengusung sudah cukup untuk bertarung. Demokrat partai yang konsisten bersama kami, satu-satunya partai politik yang bertahan bersama kami kemarin di kotak kosong adalah Demokrat,” tutupnya.

Pelaksanaan Fit and Proper Test yang dilaksanakan DPD Demokrat Sulsel bagi seluruh bakal calon kepala daerah di 12 Pilkada se Sulsel, mengedepankan protokol kesehatan yang ketat. (bs)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed