oleh

Untuk Menguatkan Ekonomi Syariah, GenBI Komisariat UINAM Adakan Kajian Rutin 

WAHANAINFOTA, GOWA – Peduli akan pengembangan ekonomi syariah di indonesia GenBI (Generasi Baru Indonesia) komisariat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) adakan Kajian Rutin dengan mengangkat tema “Membincang Wajah Ekonomi Syariah di Indonesia” pada minggu (11/10/2020).

Acara berlangsung seru dengan menghadirkan Andi Suwandi staff Kominfo GenBI SulSel sebagai pembicara dalam diskusi online yang dihadiri puluhan peserta GenBI UIN, UNM, dan UNHAS

Webinar ini dilaksanakan dalam rangkaian Kajian Rutin yang ke-2 GenBI komisariat UINAM yang telah berjalan sebelumnya, kegiatan yang di singkat KANTIN ini sudah menjadi agenda proker GenBi Komisariat Deputi Pendidikan.

Para peserta yang sangat antusias melemparkan beberapa pertanyaan kepada Andi Suwandi, seperti halnya Asrul yang bertanya, apa yang menjadi halangan terbesar bagi indonesia dalam mengoptimalisasikan Ekonomi syariah di Indonesia? Dan Bagaimana penyelesaian bagi debitur yang tidak bisa membayar utang nya? Karena sesuai hadis kita harus membantu mereka yang tidak mampu membayar utang

Suwandi menjawab dengan nada bersahabat dan mengajak diskusi lebih dalam perihal pertanyaan tersebut

“Indonesia memiliki beberapa kendala untuk meningkatkan sistem keuangan syariah yakni kurangnya dukungan dari pemerintah untuk menyelenggarakannya,”kata Suwandi

“Masih adanya regulasi dari pemerintah yang kurang kuat. Selain itu minimnya undang-undang yang berkaitan dengan regulasi keuangan syariat Islam dan kurangnya kerja sama dengan institusi keuangan syariat Islam di dunia sehingga tidak ada pengawasan secara langsung oleh lembaga tersebut,” ungkapnya

“Kendalalainnya adalah masih banyak produk yang melakukan kerja sama dengan perbankan konvensional sehingga secara tidak langsung dapat mempengaruhi produk-produk yang bekerja sama dengan perbankan syariah,”pungkas Suwandi

Sementara peserta lainnya Bayu Saputra menyampaikan sangat tertarik dengan kegiatan Kajian Rutin GenBI ini karena suasana yang sangat bersahabat dan lebih banyak diskusi.

“Saya berharap kajian rutin yang inovatif, bersahabat, dan penuh diskusi ini terus dilanjutkan agar menjadi salah satu Sarana belajar, selain mata kuliah wajib yang di ikuti”. Ungkap Bayu. (**)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed