Categories: Kilas Daerah

Pj Gubernur Sulsel Ditolak di Kampungnya oleh Para Kades

BONE, – Pj Gubernur Sulsel Bahtiar ditolak di kampungnya sendiri di kabupaten Bone Sulsel karena kebijakannya yang dinilai sangat tidak masuk akal. Diketahui, Pj Gubernur Sulsel memang berasal dari kabupaten Bone Sulsel.

Penolakan ini terlihat dari aksi sekitar 100 kepala desa beserta perangkat desa se Kabupaten Bone yang kompak menolak kebijakan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar terkait penggunaan anggaran desa sebesar 40 persen untuk dialokasikan untuk budidaya pisang.

Aksi penolakan ini dilakukan dengan mendatangi kantor DPRD kabupaten Bone Sulsel, Kamis (12/10) pukul 10.00 Wita.

Dalam aksi ini, para kepala desa beserta perangkat desa dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap kebijakan Pj Gubernur Sulsel di hadapan para anggota DPRD Bone dalam gelar dengar pendapat.

Bahkan dalam dengar pendapat itu, muncul usulan dari para kepala desa agar Pj Bahtiar segera dicopot dari jabatannya.

Koordinator lapangan aksi Irwan Jaya mengungkapkan kebijakan Pj Gubernur Bahtiar sangat tidak realistis.

Irwan menilai kebijakan ini akan menghambat pembangunan di desa, karena tata letak dan geografis disetiap desa itu berbeda.

“Pj Gubernur mungkin tidak tahu bila letak geografis desa di Bone ini berbeda-beda. Tidak semua desa cocok dengan tanaman pisang dan itu hanya akan menjadikan kebijakan ini mangkrak dan membuang-buang dana desa yang selama ini kami sangat perlukan”, katanya.

Sebagai informasi, melalui surat edaran bernomor 412.2/11938/DPMP tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 di Sulawesi Selatan. Pj Gubernur Sulsel mengeluarkan kebijakan program pemanfaatan lahan tidur sekitar 2 juta hektar dengan target 500.000 hektar untuk mengembangkan Budi daya pisang.

Permasalahan muncul karena anggaran yang dialokasikan untuk program ini diambil dari anggaran desa. Nilainya pun tidak tanggung-tanggung yakni sebesar 40 persen dari pagu anggaran dana desa. (*)

Wahana Infota

Recent Posts

  • Nasional

Edukasi Gemar Memasyarakatkan Ikan, Mahasiswa Budidaya Perairan Unhas Gelar Penyuluhan di SDN 119 Barru dan SDN 117 Barru Desa Lawallu, Kec. Soppeng Riaja

BARRU – Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Sucianti Lestari, melaksanakan program kerja GEMARI…

4 minggu ago
  • Nasional

Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Gerakan PSN 3M Plus di Rumah Warga Desa Lawallu

WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)…

4 minggu ago
  • Nasional

Edukasi Risiko Jatuh pada Lansia, Mahasiswa Fisioterapi Unhas Gelar Penyuluhan di Desa Lawallu, Kec. Soppeng Riaja

BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…

1 bulan ago
  • Nasional

Mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin Gelar Edukasi “SIAGA STUNTING” untuk Perkuat Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan di Desa Lawallu

Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "SIAGA STUNTING: Sinergi…

1 bulan ago
  • Nasional

Taruna Ikrar Bertemu Dudung Abdurachman, BPOM Perkuat Perlindungan Masyarakat dan Daya Saing Industri Nasional

JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…

1 bulan ago
  • MAKASSAR TA'
  • Nasional

PerBPOM No5/2026 Perkuat Pemerataan Akses Obat Aman dan Bermutu di Indonesia

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…

3 bulan ago