WAHANA INFOTA, MAKASSAR – Perkenalkan aku Alif Nur Furqon. Kalian bisa memanggilku Alif. Aku seorang santri kelas 12 di salah satu pesantren Kota Makassar. Aku anak pertama dari tiga bersaudara. Untuk remaja seusiaku tidak ada yang spesial tentangku. Aku paling suka membaca, apalagi novel, suka main bola, terlebih lagi bermain video game. Yeah, sebuah kehormatan aku ditakdirkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk dilahirkan di sebuah kota yang katanya merupakan “Kota Dollar” yaitu Timika.
Dalam fase remaja ini, aku lebih sering mengamati bahkan mengoreksi lingkungan sekitarku, menyampaikan pesan dan kesan kepada juniorku, dan memberikan contoh yang baik kepada mereka. Tentu semua hal ini merupakan suatu kewajiban yang dimiliki oleh seseorang yang diberi amanah sebagai ketua GPH, atau lebih dikenal dengan ketua OSIS pada sekolah lain.
Apa itu GPH?…
GPH merupakan organisasi kesatuan yang dimiliki oleh Ormas Hidayatullah. GPH atau Gerakan Pandu Hidayatullah ini merupakan organisasi yang melatih para anggotanya untuk menjadi pemimpin yang bukan hanya efisien dan berkualitas, tetapi juga menjadikan pemimpin yang berpegang teguh terhadap syariat Islam.
Hal yang paling berkesan dalam hidup tentunya adalah pengalaman, “experience is the best teacher” atau pengalaman adalah guru terbaik. Bersama dengan ini aku ingin sharing pengalaman yang begitu luar biasa selama menjabat sebagai ketua GPH.
“Saya tantang antum semua, di masa jabatan antum harus ada studi banding. Kalo kalian bingung mau studi banding kemana, maka saya sarankan ke Hidayatullah Yogyakarta” nasehat dan spirit Ustads Suwito Fatah dalam kegiatan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) yang disertai dengan senyumnya yang khas disertai dengan bahasa tubuh yang begitu luwes dan mimik muka yang penuh dengan aura semangat. Suasana ruangan yang tidak terlalu luas dan sempit itu dipenuhi dengan semangat yang luar biasa.
“Kalo antum bisa melaksanakan studi banding, berarti antum angkatan pertama di Al-Bayan (Nama Pondok/Sekolahku) yang melaksanakannya” sambungnya sambil berjalan menuju kursi dan duduk. Kemudian ia meneguk dua tiga tegukan air dan beranjak berdiri lagi.
“Untuk perkiraan sementara, masing-masing dari kalian siapkan uang sebanyak Rp. 1.500.000. Insyaallah kami dari Yayasan siap berkontribusi mendukung antum semua, dan silahkan antum buat proposal berkaitan dengan studi banding…Oke, kita lanjut materi awal” tegas pemateri yang akrab disapa Ustads Wito
Sambil pemateri menjelaskan di depan, studi banding itu kemudian menjadi prioritas utama dalam khayalku. Hugo Gernsback pernah mengatakan “membayangkan masa depan merupakan bagian dari fiksi. Begeraklah!, ubah fiksi itu menjadi sesuatu yang fiktif”. Oleh karena itu, aku mulai bertekad setelah materi ini usai akan mengadakan rapat bersama pengurus GPH untuk membahas studi banding.
Penulis: Alif Nur Furqon
Bersambung…
WAHANAINFOTA, - secara resmi menutup rangkaian kegiatan Upgrading Pengurus Harian LPM Penalaran UNM Periode 2025/2026 pada Ahad, 12 April 2026,…
MAKASSAR, - Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menyelenggarakan kegiatan Upgrading Pengurus Harian LPM Penalaran UNM Periode…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Walikota Makassar, Munafri Arifuddin menerima kunjungan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti di Balai Kota…
MAKASSAR – Ikatan Alumni SMAN 17 Makassar (IKA17MKS) sukses menggelar Internal Tournament Padel Jubel 2026 sebagai ajang silaturahmi lintas angkatan…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR,- Di penghujung bulan suci Ramadan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika…
JAKARTA — Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menjadi saat yang penuh kebahagiaan, silaturahmi, dan kehangatan keluarga Namun di balik…