Categories: MAKASSAR TA'

Ribuan Karyawan Masih Dirumahkan, AUHM Minta Kepastian Pemkot Makassar

WAHANAINFOTA, MAKASSAR – Sudah tiga bulan. Ribuan karyawan tempat hiburan di Makassar belum bekerja. Mereka dirumahkan sejak pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menghadapi pandemi covid-19.

Atas kondisi itu, Asosiasi Usahan Hiburan Makassar (AUHM) ingin meminta kejelasan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Kapan tempat usaha mereka bisa beroperasi.

Apalagi belum lama ini, beberapa tempat usaha di Jalan Nusantara, ditutup oleh aparat kepolisian.

“Kami hanya ingin meminta kepastian. Kapan tempat usaha kami bisa beroperasi,” pinta Ketua AUHM, Zulkarnain Ali Naru, Selasa (23/06/2020).

Terkait dengan penutupan sejumlah tempat usaha di bawah naungan AUHM, Zulkarnain mengaku belum ingin berkomentar lebih banyak.

Sebab kata dia, itu menjadi pertimbangan para pemilik usaha. Dengan alasan, mempertahankan roda perekonomian usaha mereka. Termasuk, untuk menghidupi para karyawannya.

“Sejak tiga bulan terakhir, ada ribuan karyawan yang sekarang ini dirumahkan karena pandemi Covid-19 yang membuat usaha hiburan tutup. Di sisi lain, Pemkot, DPRD dan aparat terkait terkesan menutup mata akan nasib para pengusaha dan karyawan usaha-usaha hiburan,” tukasnya.

Untuk itu, Zulkarnain kembali berharap agar Pemkot Makassar memberi kepastian kapan tempat usaha hiburan bisa beroperasi lagi.

“Bagi mereka, para penentu kebijakan itu mungkin tidak masalah karena mereka tetap terima gaji di masa pandemi ini, semisal ASN dan institusi lainnya. Tapi pernahkah sedetik saja mereka pikirkan nasib para pengusaha dan karyawan yang dirumahkan itu ? Pengusaha dan karyawan ini juga manusia, butuh biaya hidup, butuh makan, apalagi saat sekarang anak-anak dan keluarga mereka, butuh juga biaya sekolah, bayar kost atau kontrakan ini dan itu,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Andi Nurhaldin Halid bilang, pemerintah harusnya memberi perhatian bagi para karyawan Tempat Hiburan Malam (THM) yang dirumahkan.

“Ini juga sebenarnya yang menjadi dilema, karena kita khawatirkan keamanan dan kesehatan di situasi pandemi yang masih terus bertambah jumlah kasusnya. Jika mereka (THM) buka, dikhawatirkan akan semakin menambah angka penyebaran virus. Tapi kita juga tidak boleh tutup mata terhadap nasib karyawan mereka yang dirumahkan sudah beberapa bulan,” tuturnya lewat keterangan resmi yang diterima WAHANAINFOTA.

Legislator Fraksi Golkar Makassar itu juga mengaku, kondisi saat ini dapat mempengaruhi pendapatan pemerintah. Sehingga, aspek perekonomian juga harus dipertimbangkan tanpa harus melanggar prinsip penerapan protokol kesehatan.

“Kalau kita di DPRD masih merekomendasikan untuk tidak membuka dulu. Karena itu sudah menyalahi protokol kesehatan yang harus jaga jarak satu sampai dua meter dan berkumpul dikeramaian,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Makassar, Abd Wahab Tahir bilang, Pemkot Makassar masih mengkaji kelayakan THM untuk bisa beroperasi di masa pandemi covid-19.

“Keadaan kita sekarang ini masing mengkhawatirkan karena tingginya penyebaran covid-19. Saya meminta tidak merekomendasikan dulu hal-hal yang berhubungan tempat hiburan malam tidak dibuka. Namun nasib pengusaha dan karyawan usaha-usaha hiburan itu juga harus dipikirkan oleh pemerintah kota,” tambahnya singkat. (bs)

Wahana Infota

Recent Posts

  • Nasional

Edukasi Gemar Memasyarakatkan Ikan, Mahasiswa Budidaya Perairan Unhas Gelar Penyuluhan di SDN 119 Barru dan SDN 117 Barru Desa Lawallu, Kec. Soppeng Riaja

BARRU – Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Sucianti Lestari, melaksanakan program kerja GEMARI…

4 minggu ago
  • Nasional

Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Gerakan PSN 3M Plus di Rumah Warga Desa Lawallu

WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)…

4 minggu ago
  • Nasional

Edukasi Risiko Jatuh pada Lansia, Mahasiswa Fisioterapi Unhas Gelar Penyuluhan di Desa Lawallu, Kec. Soppeng Riaja

BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…

1 bulan ago
  • Nasional

Mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin Gelar Edukasi “SIAGA STUNTING” untuk Perkuat Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan di Desa Lawallu

Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "SIAGA STUNTING: Sinergi…

1 bulan ago
  • Nasional

Taruna Ikrar Bertemu Dudung Abdurachman, BPOM Perkuat Perlindungan Masyarakat dan Daya Saing Industri Nasional

JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…

1 bulan ago
  • MAKASSAR TA'
  • Nasional

PerBPOM No5/2026 Perkuat Pemerataan Akses Obat Aman dan Bermutu di Indonesia

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…

3 bulan ago