oleh

Rayakan 1 Tahun Unhas Career Gelar Diskusi Panel

WAHANA INFOTA, MAKASSAR — Merayakan 1st Anniversary, Unhas Career Women mengadakan Diskusi Panel dengan Tema “Re-Defining Feminism And How Beauty Standard Impacts Women’s Lives”

Pada tanggal 30 Oktober 2021, komunitas mahasiswi non-profit dari Universitas Hasanuddin (UNHAS), Unhas Career Women merayakan 1 tahun pertamanya dengan menggelar diskusi panel yang dilaksanakan secara daring dengan mengangkat tema “Re-Defining Feminism and How Beauty Standard Impacts Women’s Lives”.

Kegiatan ini berlangsung kurang lebih 90 menit dengan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sekitar 73 peserta.

Diskusi panel tersebut dimoderatori oleh Tiara Taufiq, Most Inspiring Student Unhas 2021 dan menghadirkan 3 (tiga) pembicara ahli, yakni diantaranya: Marlisa Soepono, S.E, M.PP : Public Policy and Government Relations Practitioner, Ni Putu Chandra Dewi, S.H : Public Interest Lawyer YLBHI-LBH Bali and Master Student at Ewha Womens University, South Korea, Pusparida Syahdan S.sos, M.Si. : Lecturer in International Relations and Teaches Feminism Course

Di dalam diskusi panel ini, peserta diberikan wawasan yang komprehensif tentang makna Feminisme dan Beauty Standard yang sesungguhnya. Dalam pelaksanaannya, Puspa salah satu pembicara dari bidang akademisi membahas awal mula Feminisme yang sejatinya lahir dari masyarakat, yang mengakibatkan adanya ketidaksetaraan sehingga perempuan cenderung kurang bisa berpartisipasi aktif di masyarakat.

Puspa juga menambahkan bahwa yang menyebabkan timbulnya Feminisme itu karena status quo seseorang, dan rasa nyaman terhadap budaya patriarki yang kian menjadikan itu hidup.

Sama halnya dengan Beauty Standard yang menurut, Marlisa Soepono juga berasal dari budaya patriarki dan masyarakat sendirilah yang membuat standar kecantikan tersebut. Beauty Standard dapat menghancurkan self esteem seseorang.

“Maka dari itu salah satu cara untuk menghindari hal tersebut dengan survive membangun pemikiran yang benar. Kecantikan itu relatif, dan perempuan itu pada dasarnya mampu mengerjakan semuanya terlepas keberagaman yang ada,”ungkapnya

“Diharapkan melalui kegiatan ini, bisa meningkatkan pengetahuan yang lebih terarah tentang apa makna feminisme yang sebenarnya dan memetik pembelajaran dari pengalaman dari para pembicara kepada peserta diskusi.dan serta memotivasi perempuan untuk melawan stereotip yang berlaku di masyarakat,”pungkas Marlisa Soepono. (**)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed