MAKASSAR – Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar, Fahyuddin, mengungkapkan bahwa revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar telah disetujui dalam Persetujuan Substansi (Persub) oleh Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR-BPN.
Persetujuan ini akan mempermudah proses investasi di Kota Makassar, terutama setelah proses penerbitan Persub tersebut.
“Setelah pembahasan lintas sektor selesai, langkah selanjutnya adalah penerbitan Persetujuan Substansi dari Dirjen Tata Ruang. Setelah itu, akan dilaksanakan Rapat Paripurna di DPRD Kota Makassar, untuk pengesahan Perda RTRW,” ujar Fahyuddin.
Fahyuddin menjelaskan, bahwa revisi RTRW dilakukan untuk mengakomodir kebutuhan kota, serta memfasilitasi kemudahan investasi.
Hal ini penting, mengingat beberapa masalah tata ruang yang terjadi sebelumnya, disebabkan oleh ketidaksesuaian RTRW kota dengan RTRW provinsi, yang telah disahkan lebih dahulu.
“Dengan revisi ini, diharapkan investor akan lebih mudah untuk masuk ke Makassar, karena kepastian hukum terkait tata ruang sudah jelas. Kami berusaha menciptakan iklim investasi yang kondusif, agar Kota Makassar dapat terus berkembang dan menjadi pusat ekonomi di kawasan Timur Indonesia,” tambahnya.
Rencana revisi RTRW ini juga menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Makassar, dalam mendorong pembangunan berkelanjutan yang sesuai dengan visi kota.
Diharapkan, RTRW yang baru ini, dapat menjawab tantangan pembangunan, dan meningkatkan daya saing Kota Makassar di tingkat nasional maupun internasional.
BARRU – Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Sucianti Lestari, melaksanakan program kerja GEMARI…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)…
BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…
Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "SIAGA STUNTING: Sinergi…
JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…
JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…