Categories: MAKASSAR TA'Pemprov Sulsel

Terkait Pro Kontra TP2D, Nurdin Abdullah : Kehadiran Serta Sumbangsi TP2D Itu, Harus Dipahami Betul

WAHANA INFOTA Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, memberikan tanggapan atas timbulnya pro dan kontra terhadap kehadiran Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D). Salah satunya, tim ini dikritisi karena dianggap melebihi apa yang menjadi kewenangannya.

“Saya kira harus kita pahami, kedudukan TP2D sangat membantu sebenarnya, coba, pertama bagaimana kita mengefisienkan (anggaran),” kata Nurdin Abdullah saat ditemui di Hotel The Rinra, Jalan Metro Tanjung Bunga, Jumat (2/11).

Karena melalui tim ini, visi yang dibawa adalah bagaimana meningkatkan belanja modal. Caranya, dengan melakukan penyisiran pada belanja-belanja yang tidak prioritas.

“Tentu kita harus menyisir belanja-belanja yang tidak prioritas, jadi saya pikir ini harus dipahami,” jelasnya. Orang-orang yang tergabungpun, sebutnya, adalah orang-orang pilihan yang memiliki integritas, kontribusi yang mereka berikan besar untuk Sulsel. Jika ada masukan juga menjadi pembenahan.

“Jadi saya pikir harus dipahami kehadiran TP2D ini. Orang TP2D berintegritas. Kalau mau dilihat tidak sebanding apa yang kita berikan kepada mereka, dengan apa yang disumbangkan untuk Pemprov. Jadi saya lihat personal saja itu. Bukan keseluruhan institusi TP2D,” ujarnya Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini.

Terkait bergulirnya wacana interpelasi dari sejumlah fraksi di DPRD Sulsel terkait keberadaan tim ini, Nurdin Abdullah menanyakan alasannya. “Kalau itu diinterpelasi dari sisi mana kelemahannya, dari sisi mana nggak ada, mereka kerja ikhlas untuk Sulsel,” ujarnya.

Saat ditanya oleh sejumlah awak media, apa sumbangan yang telah mereka berikan. Nurdin Abdullah memaparkan, justru sumbangan mereka sudah ada dan ril, walaupun sekarang belum bisa dilihat hasilnya karena masih dalam tahap rancangan. Menurutnya, hasilnya baru akan nampak di tahun 2019.

“Kalau sekarang mengambil kesimpulan di usianya yang belum cukup dua bulan, dinilai masih terlalu prematur. Hasilnya, dalam bentuk karya, misalnya, pembangunan jalan yang menjadi bagian tanggung jawab provinsi akan diselesaikan, pembangunan rest area, rumah sakit,” tuturnya.

Untuk membangun ini, tambahnya, maka harus dilakukan efisiensi. Dan ini yang terus didorong. Tantangan dan kebutuhan dari tahun ke tahun pun terus meningkat. Kehadiran mereka dibutuhkan, apalagi mereka dari kalangan dunia kampus yang dianggap sangat detail.

“Sementara, kita kadang di birokrat itu bertanya mengapa terlalu detail, kenapa mencampuri urusan begitu. Jadi ini proses penyesuaian,” ujarnya. Ia menyebutkan, tim ini diperlukan kehadirannya di masa transisi.

“Karena masa transisi, supaya ada mengkomunikasikan dengan OPD. Gubernur cuma satu, Wagub satu, tentu harus dibantu. Jadi saya minta tim OPD ini bersabar dulu, tunggu hasilnya,” pungkasnya. (*)

Wahana Infota

Recent Posts

  • Nasional

Edukasi Risiko Jatuh pada Lansia, Mahasiswa Fisioterapi Unhas Gelar Penyuluhan di Desa Lawallu, Kec. Soppeng Riaja

BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…

2 hari ago
  • Nasional

Mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin Gelar Edukasi “SIAGA STUNTING” untuk Perkuat Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan di Desa Lawallu

Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "SIAGA STUNTING: Sinergi…

2 hari ago
  • Nasional

Taruna Ikrar Bertemu Dudung Abdurachman, BPOM Perkuat Perlindungan Masyarakat dan Daya Saing Industri Nasional

JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…

5 hari ago
  • MAKASSAR TA'
  • Nasional

PerBPOM No5/2026 Perkuat Pemerataan Akses Obat Aman dan Bermutu di Indonesia

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…

2 bulan ago
  • MAKASSAR TA'

Diperkuat Ferdinand “The Dragon” Sinaga, Dokter Koboi FC Kuda Hitam Walikota Makassar Cup 2026

MAKASSAR – Turnamen sepak bola bergengsi Wali Kota Makassar Cup 2026 dipastikan akan menghadirkan persaingan yang semakin menarik. Salah satu…

2 bulan ago
  • Nasional

Langkah Strategis BPOM RI di Malaysia: Memperkuat Arah Pengembangan Teknologi Sel dan Gen Global

MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…

2 bulan ago