WAHANA INFOTA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulsel, Lies F Nurdin, menerima kunjungan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), di Rumah Jabatan Gubernur, Senin, 17 Februari 2020.
Audiensi yang dihadiri oleh Sekjen ASEPHI, Direktur PT Mediatama Binakreasi, perwakilan Inacraft, tim kreatif Mediarama dan perwakilan Dekranasda Sulsel, membahas tentang rencana kesiapan Provinsi Sulsel untuk menjadi ikon Inacraft pada 2021 mendatang.
“Kita sangat senang dan bahagia karena Inacraft merupakan suatu pameran yang sangat dinantikan, eksklusif untuk pameran craft nasional di Indonesia. Untuk masuk ke situ memang sangat susah,” terang Lies yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Sulsel.
Sulsel sendiri sudah ikut serta terlibat dalam pameran bergengsi Inacraft sejak 2019 lalu.
“Alhamdulillah sejak tahun 2019 kita diberikan tempat oleh Inacraft dan Alhamdulillah tidak mengecewakan. Karena katanya dari tujuh penilai kemarin, semuanya memilih Sulsel sebagai stand yang bagus,” jelas Lies.
Terkait dengan rencana Sulsel yang akan menjadi ikon Inacraft 2021, istri dari Nurdin Abdullah ini mengatakan, Sulsel mulai bersiap untuk memberikan yang terbaik pada Inacraft 2021 mendatang.
“Di tahun 2020 ini Insya Allah kita ikut lagi pameran Inacraft, dan 2021 kita diharapkan bisa ikut menjadi ikon untuk pameran Inacraft. Jadi mudah-mudahan kita tidak mengecewakan Sulsel. Persiapannya harus bagus untuk 2021,” terangnya.
Lies menambahkan, pada Inacraft 2021 diharapkan mulai dari pintu masuk hingga venue acara, serta panitia dan Presiden yang menghadiri, semuanya menggunakan ciri khas Sulsel.
“Insya Allah Sulsel menjadi ikon Inacraft untuk tahun depan. Tidak hanya kerajinan, tetapi juga wisata, budaya, seni, kuliner juga bisa ditampilkan, karena Inacraft sendiri merupakan ajangnya promosi untuk seluruh negara-negara Asia Tenggara yang terbesar,” ungkap Baby Jurmawati selaku Sekjen ASEPHI.
Sulsel dipilih menjadi ikon Inacraft 2021 berdasarkan penilaian atas kesiapan Ppemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk melaksanakan acara bergengsi ini.
“Ini merupakan kesempatan wilayah Timur Indonesia yang selama ini belum terwakili, karena selama ini sentra kerajinan ada di Jawa, padahal potensinya Sulawesi juga sangat banyak. Banyak yang belum tahu kain di Sulawesi bagus, dan motif tenunnya banyak sekali,” ujar Baby. (*)
MAKASSAR – Turnamen sepak bola bergengsi Wali Kota Makassar Cup 2026 dipastikan akan menghadirkan persaingan yang semakin menarik. Salah satu…
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi terapi preeklamsia berbasis kelapa sawit melalui ajang Lomba Riset Tingkat…
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
MAKASSAR, Kegiatan Semarak PPKn yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKn FIS-H UNM Periode 2025–2026 akan dilaksanakan pada hari…
MALINO, 24 April 2026 Musyawarah Besar (Mubes) HMPS Pendidikan Administrasi Perkantoran FIS-H UNM yang dilaksanakan pada 24–26 April 2026 di…