WAHANA INFOTA, PADANG – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI XV memutuskan kota Makassar sebagai tuan rumah APEKSI XVI 2023 mendatang.
Dimana sebelumnya, ada dua kota yang diusulkan yakni Kota Surakarta, Solo dan Sulawesi, Kota Makassar.
Namun melalui rapat pleno III, kesepakatan forum memilih Kota Makassar secara aklamasi.
“Alhamdulillah, Kota Makassar sangat siap. Seperti yang saya jelaskan di depan forum tadi dan teman-teman melihat Kota Makassar siap,” ucap Danny, usai mengikuti sidang pleno, di Hotel Tuntrum, Selasa (9/08).
Danny menyebutkan Kota Makassar tiap tahun menyelenggarakan Event International yakni F8. Ini menjadi landasan mengapa Makassar siap untuk menjadi tuan rumah APEKSI 2023.
Tak hanya itu, salah satu pertimbangan Ketua Dewan Pengawas APEKSI yang juga Wali Kota Jambi Syarif Fasha, APEKSI belum pernah sekalipun diadakan di Pulau Sulawesi.
“Pulau Jawa sudah dua kali, Kalimantan juga sudah, Sumatera juga sudah dua kali. Jadi tinggal pulau Sulawesi yang belum pernah, dan pulau Sulawesi itu pusatnya di Kota Makassar,” jelasnya.
Kesiapan kota Makassar menjadi tuan rumah itu 100 persen untuk mengadakan event besar seperti APEKSI.
Dari segi penginapan, kota Makassar memiliki 15 ribu Kamar Hotel mulai dari hotel bintang lima sampai hotel non berbintang.
Restoran juga tersedia mulai masakan lokal hingga international. Dari kaki lima hingga bintang lima.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Roem menambahkan jika APEKSI digelar di Kota Makassar maka bisa memberikan angin segar kepada pariwisata dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
“Alhamdulillah UMKM jadi bertumbuh. Destinasi wisata kami juga siap dan kulineran di Kota Makassar akan bertambah ramai oleh peserta APEKSI,” ungkapnya.
Rencananya, ada dua lokasi untuk pengadaan City Expo rangkaian dari APEKSI yakni di Pantai Losari dan Lapangan Karebosi.
“Kita punya lokasi memadai dan sangat luas untuk membuat event besar seperti City Expo pameran booth APEKSI. Karebosi dan Pantai Losari. Jadi kita siap sekali.” pungkasnya. (**)
BARRU – Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Sucianti Lestari, melaksanakan program kerja GEMARI…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)…
BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…
Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "SIAGA STUNTING: Sinergi…
JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…
JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…