WAHANA INFOTA – Pengembangan Badan Usaha Lorong (BuLo) yang menjadi salah satu kegiatan dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar melalui Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan banyak mendapatkan perhatian dari masyarakat luas Menanggapi banyaknya perhatian dari masyarakat sehingga Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar menyelenggarakan Sosialisasi Program Ketersediaan dan Produksi Pangan Melalui Pengembangan Badan Usaha Lorong (Bulo).
Sosiaisasi diselenggarakan di Aerotel Smile Makassar, Selasa (25/06/2019), dengan tema “Program Ketersediaan dan Produksi Pangan melalui Pengembangan Badan Usaha Lorong”. Kegiatan ini dibuka Asisten II Pemkot Makassar Bidang Perekonomian, Andi Irwan Bangsawan.
Irwan menjelaskan dalam sambutannya bahwa, salah satu masalah terbesar yang ada di Kota Makassar yakni keberadaan lorong yang disebut muara tempat berkumpul keterbelakangan. Keberadaan lorong identik dengan kekerasan, dekat dengan kriminalitas, derajat kesehatan rendah, dan tempat menjejalnya berbagai penyakit sosial.
“Program BULo merupakan program lembaga masyarakat yang banyak mengandung makna sosial dan ekonomi dengan tujuan profit, semi profit dan nirlaba dalam mendukung nilai tambah kesejahteraan masyarakat,” kata Irwan.-
“Bulo bertujuan untuk mendorong pengembangan sekitar 7.520 lorong menjadi produktif sebagai kelanjutan masterpian restorasi lorong di Kota Makassar. Selain itu, BULo diharapkan pula mampu membantu menciptakan pengendalian inflasi sektor konsumsi rumah tangga” ungkap Prof. Dr. Ir. Laode Asrul, MP. selaku dewan ketahanan pangan yang juga menjadi pemateri pada kegiatan ini.
Kata Prof. Laode, apabila Kelompok Tani Lorong (Poktanrong) mampu mengoptimalkan penggunaan lahan pekarangan dengan baik, maka otomatis dapat mendatangkan banyak manfaat seperti peningkatan SDM petani lorong dalam penerapan teknologi pertanian dan peningkatan kesadaran serta peran kelompok dalam mewujudkan ketersediaan pangan.
“Apabila ketersediaan pangan kurang, merupakan tugas Dinas Ketahanan Pangan yang mempunyai peran menjaga keseimbangan pangan. Salah satunya adalah dengan melaksanakan pengembangan Badan Usaha Lorong.
“Untuk memudahkan masyarakat melihat daftar Poktanrong beserta komoditi yang ditanam, Dinas Ketahanan Pangan telah membuat aplikasi berbasis android yakni Mr. Beby Rong yang akan dirilis beberapa waktu kedepan” ungkap Ferdi, S.Pt., M.Sc., Ph.D selaku Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan.
Kegiatan ini dihadiri pula perwakilan dari PT. EAST WEST SEED INDONESIA (EWINDO) yang merupakan perusahaan penghasil benih unggul sayuran, Hirdat, SP. materi yang disampaikan, ia mengedukasi Poktanrong untuk lebih mengenal jenis benih unggul demi produksi yang lebih optimal.*(day/sn)
JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…
MAKASSAR – Turnamen sepak bola bergengsi Wali Kota Makassar Cup 2026 dipastikan akan menghadirkan persaingan yang semakin menarik. Salah satu…
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi terapi preeklamsia berbasis kelapa sawit melalui ajang Lomba Riset Tingkat…
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
MAKASSAR, Kegiatan Semarak PPKn yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKn FIS-H UNM Periode 2025–2026 akan dilaksanakan pada hari…