Categories: Pemkot Makassar

Dari Sisi Tolak Ukur, Pakar Menilai Ada yang Aneh di Balik Reposisi Pejabat di Makassar

WAHANA INFOTA – Reposisi pejabat di lingkup Pemerintah Kota Makassar yang berjumblah 1.073 orang yang dilakukan oleh Pejabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menuai banyak pertanyaan dan terkesan tidak normal. Demikian hal tersebut diungkapkan Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang, Emrus Sihombing, saat dikonfirmasi via handphone genggamnya, Minggu, (28/7).

Menurutnya, reposisi yang dilakukan oleh PJ Walikota Makassar pastinya membuat publik bertanya-tanya. Ada apa dengan pemerintahan tersebut, apalagi pelantikan itu dilakukan oleh PJ Walikota.

” Dengan reposisi pejabat yang sangat banyak seperti itu jumlahnya tentu rasanya tidak normal untuk sebuah pemerintahan, karena seorang pejabat mereposisi harus punya tolak ukur, “ungkapnya.

Pasalnya, ia menilai bahwa jika seorang kepala daerah ingin mereposisi pegawai tentu punya indikator yang jelas, seperti, pejabat yang dilantik harus punya kapabilitas, aksebelitas, integritas dan punya profesionalisme. Sebab pengangkatan pejabat itu berkaitan dengan kepentingan dan pelayanan publik. Olehnya, Emrus mengaku persoalan mereposisi atau melantik pejabat bukanlah hal yang mudah, apalagi bila mereposisi pejabat sebanyak 1.073 tersebut.

Maka dari itu, ia menyarankan agar media melakukan investigasi terkait adanya reposisi jabatan di Pemkot Makassar jika ingin semua lebih transparan dan terbuka di publik.

“Media sebagai alat kontrol bagusnya melakukan investigasi reporting, mungkin dengan menggali imformasi kepada pejabat yang dilantik,”lanjutnya.

Dia menambahkan selain media yang terlibat untuk membuat reposisi pejabat jadi transparan, masyarakat juga diharap jangan percaya begitu saja atas apa yang terjadi di pemerintahan, karena jabatan yang diemban oleh pejabat yang dilantik bukanlah jabatan rahasia.

“Jabatan itu bukan jabatan rahasia, karena itu jabatan publik, dan semua harus dibuka dengan transparan, agar kepala daerah yang melantik atau pejabat yang dilantik punya integritas di mata publik. Supaya tidak sda dusta antara pejabat dan masyarakat, “pungkasnya. (**/sn)

Wahana Infota

Recent Posts

  • Nasional

Edukasi Gemar Memasyarakatkan Ikan, Mahasiswa Budidaya Perairan Unhas Gelar Penyuluhan di SDN 119 Barru dan SDN 117 Barru Desa Lawallu, Kec. Soppeng Riaja

BARRU – Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Sucianti Lestari, melaksanakan program kerja GEMARI…

3 minggu ago
  • Nasional

Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Gerakan PSN 3M Plus di Rumah Warga Desa Lawallu

WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)…

3 minggu ago
  • Nasional

Edukasi Risiko Jatuh pada Lansia, Mahasiswa Fisioterapi Unhas Gelar Penyuluhan di Desa Lawallu, Kec. Soppeng Riaja

BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…

4 minggu ago
  • Nasional

Mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin Gelar Edukasi “SIAGA STUNTING” untuk Perkuat Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan di Desa Lawallu

Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "SIAGA STUNTING: Sinergi…

4 minggu ago
  • Nasional

Taruna Ikrar Bertemu Dudung Abdurachman, BPOM Perkuat Perlindungan Masyarakat dan Daya Saing Industri Nasional

JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…

1 bulan ago
  • MAKASSAR TA'
  • Nasional

PerBPOM No5/2026 Perkuat Pemerataan Akses Obat Aman dan Bermutu di Indonesia

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…

2 bulan ago