oleh

Mantan Ketua BEM UIT Kutuk Keras Aksi Pembakaran Ambulance NasDem

WAHANAINFOTA, MAKASSAR – Aksi demonstrasi berujung pengerusakan kantor dan pembakaran ambulance partai NasDem mendapat perhatian khusus dari mantan Ketua BEM Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, Faisal Sahabuddi.

Dia mengutuk keras peristiwa yang terjadi pada Kamis (22/10/2020) malam, baru-baru ini. Aksi itu diketahui terkait dengan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja.

“Saya sangat menyayangkan aksi yang tidak bermoral yang dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan mahasiswa dan melakukan aksi pembakaran mobil ambulance di depan kantor NasDem kota Makassar,” kesal dia yang juga pernah menjadi pentolan Demonstran di Makassar, Jumat (23/10/2020).

Menurutnya, jika memang aksi brutal itu dilakukan oleh mahasiswa. Dia mengganggap aksi itu sama sekali tidak mewakili potret berfikir mahasiswa.

Izhald sapaan akrabnya bahkan meminta kepada para mahasiswa itu untuk kembali membuka buku-buku soal gerakan dan fungsi mahasiswa. Agar tetap menjunjung tinggi moralitas.

Jika benar yang melakukan pembakaran dan pengrusakan itu adalah mahasiswa, saya pribadi mengutuk keras aksi tersebut. Sebab sama-sama

kita ketahui, bahwa mobil ambulance itu angat aktif memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan ambulance gratis.

Apalagi bagi warga kurang mampu, tentu menjadi beban tersendiri jika harus menyewa mobil ambulance untuk mengantar jenasah keluarganya ke tempat pemakaman,” ucap dia.

“Jujur, sampai sekarang saya masih selalu aktif dalam menyupport adek-adek mahasiswa yang sering melakukan demonstrasi sebagai bentuk pengejawantahan fungsinya sebagai mahasiswa. Akan tetapi sebagai mantan demonstran, saya sangat paham tujuan mulia mahasiswa dalam proses aksi, yang tentu tidak terlepas dari aktualisasi sebuah moralitas. Dengan kepentingan masyarakat sebagai alasan utama dari setiap langkah yang dilakukannya,” tambah Izhald melanjutkan.

Mantan aktivis HMI ini pun melihat peristiwa itu dari sudut pandang lain. Jika mencoba berspekulasi, dia menganggap ada motif lain dari kejadia pengerusakan kantor dan pembakaran ambulance partai NasDem tersebut.

“Bisa jadi ada penumpang gelap dalam aksi tersebut, yang memang bertujuan lain dan ingin agar image mahasiswa di tengah masyarakat akan memudar. Sebab perlu kita ketahui bahwa kelompok yang mengatasnamakan mahasiswa tersebut sempat bentrok dengan warga,” pungkasnya.

“Kembali dalam konteks spekulasi, saya yakin bahwa ada motif yang berbeda dari oknum yang telah menyusupi aksi tersebut. Untuk itu, saya meminta kepada adek-adek mahasiswa agar lebih elegan dalam menyampaikan aspirasi dan lebih selektif untk melihat kondisi lapangan agar terhindar dari penyusup yang mencoba memanfaatkan mahasiswa demi memuluskan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu” sambung Izhald.

Dia pun meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas keterlibatan para pelaku.

“Saya meminta kepada kepolisian agar mendalami kasus tersebut sampai tuntas. Serta menindak pelaku pembakaran dan pengerusakan tersebut agar diproses secara hukum yang berlaku di negeri ini,” tutupnya menekankan. (**)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed