Categories: MAKASSAR TA'

Jadi Pembicara Seminar Nasional, Aktivis Reformasi “Albert” Soroti Sarana dan Prasarana Pendidikan

WAHANAINFOTA, – Aktivis reformasi, Albertus George, SH, menjadi pembicara pada seminar nasional di Universitas Patompo, Makassar, Sabtu 14 Juni 2025. Dia getol menyoroti soal sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia. Masih kurang.
Seminar itu memang membahas tentang dunia pendidikan, dengan tema: Kualitas Pendidikan di Indonesia Menuju 2045, Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?
Pihak penyelenggara dari Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Patompo, juga mengundang dua narasumber lainnya. Yakni Maulidya Permata Sari, SH, selaku akademisi dan Samsul Rijal, SH, selaku pegiat hukum.

Dalam paparannya, Albertus juga menyinggung soal kurikulum pendidikan. Yang dianggap sering mengalami pergantian.

“Relevansi kurikulum yang digunakan apakah sudah sesuai dengan kebutuhan atau tidak?,” tuturnya.

Selain itu, mantan Komisioner Lembaga Pemantau Independen Pengadaan Barang dan Jasa (LPI-PBJ) Kota Makassar itu, juga memaparkan kendala lainnya yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mewujudkan penyelenggaraan di sektor pendidikan.
Dengan begitu, upaya untuk mewujudkan mutu pendidikan yang baik masih jauh dari ekspektasi. Misalnya, kendala pelayanan. Dianggap belum terlaksana secara adil tanpa diskriminasi.

“Belum lagi di perhadapkan pada persoalan agenda demokrasi yang belum tuntas, seperti konflik agraria, penculikan aktivis yang dihilangkan, persoalan korupsi, hutang luar negeri,” tegasnya.

Albert-sapaannya lantas bilang, untuk mewujudkan mutu kualitas pendidikan dibutuhkan komitmen dari Presiden dan lembaga legislatif (DPR) secara menyeluruh.
Peningkatan kualitas pendidikan, baginya, menjadi suatu harapan yang bersifat penting demi mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

“Karena dengan adanya masyarakat sejahtera, maka secara langsung berdampak mewujudkan Indonesia Emas,” pungkasnya.

Dia juga menitip pesan bagi para peserta seminar, agar mengawal beberapa kendala di dunia pendidikan. Seperti bantuan pendidikan dan kompetensi lulusan perguruan tinggi.

“Beasiswa perlu didemokratiskan. Sementara capaian keluaran sarjana atau lulusan sekolah, apakah sudah memenuhi kompetensi dan kebutuhan tenaga terampil,” kata Albert.

“Terus, soal dana BOS. Harus transparansi. Anggaran pendapatan dan belanja negara sebesar 2.800 triliun, dan 20 persen dialokasikan ke sektor pendidikan. Berarti jumlah anggaran yang sangat besar. Pertanyaannya adalah, ke mana anggaran pendidikan itu digunakan dan untuk apa saja dan bagaimana tata kelola anggaran pendidikan,” pungkasnya melanjutkan.

“Yang perlu diketahui adalah orientasi pendidikan sebagai dari penguatan ekonomi menuju masyarakat sejahtera. Berbicara Indonesia Emas, berarti mewujudkan Indonesia Sejahtera Adil dan Makmur,” tambah Albert mengunci.

Sementara itu, menurut Maulidya, sistem pendidikan di Indonesia saat ini menjadi rumit. Itu karena penguasa diperhadapkan kepada kepentingan politik. (***)

Wahana Infota

Recent Posts

  • Nasional

Edukasi Gemar Memasyarakatkan Ikan, Mahasiswa Budidaya Perairan Unhas Gelar Penyuluhan di SDN 119 Barru dan SDN 117 Barru Desa Lawallu, Kec. Soppeng Riaja

BARRU – Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Sucianti Lestari, melaksanakan program kerja GEMARI…

3 hari ago
  • Nasional

Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Gerakan PSN 3M Plus di Rumah Warga Desa Lawallu

WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)…

4 hari ago
  • Nasional

Edukasi Risiko Jatuh pada Lansia, Mahasiswa Fisioterapi Unhas Gelar Penyuluhan di Desa Lawallu, Kec. Soppeng Riaja

BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…

1 minggu ago
  • Nasional

Mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin Gelar Edukasi “SIAGA STUNTING” untuk Perkuat Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan di Desa Lawallu

Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "SIAGA STUNTING: Sinergi…

1 minggu ago
  • Nasional

Taruna Ikrar Bertemu Dudung Abdurachman, BPOM Perkuat Perlindungan Masyarakat dan Daya Saing Industri Nasional

JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…

2 minggu ago
  • MAKASSAR TA'
  • Nasional

PerBPOM No5/2026 Perkuat Pemerataan Akses Obat Aman dan Bermutu di Indonesia

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…

2 bulan ago