WAHANA INFOTA – Bunda Kota Layak Anak Makassar, Indira Jusuf Ismail mengajak masyarakat untuk konsisten menciptakan ruang yang layak dan ramah bagi anak. Dia menilai, menciptakan ruang yang ramah bagi anak dapat dilakukan dengan hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini disampaikan Indira Jusuf Ismail dalam kegiatan Sosialisasi Kota Layak Anak yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) di Hotel Singgasana, Rabu (10/4/2019).
“Menjadi Kota Layak Anak yang penting itu itu bagaimana implementasinya di lapangan. Hal ini bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita, bagaimana menciptakan ruang layak anak di keluarga dan rumah kita,” ungkap Indira Jusuf Ismail.
Lebih lanjut, Indira Jusuf Ismail menjelaskan, jika masyarakat menciptakan ruang yang layak anak bagi di lingkungan keluarga dan rumah maka otomatis penerapan Kota Layak Anak bisa betul-betul terlaksana dan berdampak langsung.
“Ini tantangan bagi kita, utamanya orang tua, kita sudah kampanyekan Jagai Anakta’. Tinggal bagaimana ini betul-betul dilaksanakan di tataran bawah,” ucapnya.
Dia menyebut, Pemkot Makassar telah melakukan pembenahan di lorong-lorong, lebih tertata dan lebih bersih. Dia menyebut, hal ini salah satu bentuk perhatian bagi anak. “Kalau lingkungan rumahta bersih, dan nyaman, anak-anak tidak main jauh-jauh dan luput dari pengawasan kita. Karena mainnya dekat rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar, Tenri A. Palallo menyampaikan kesepakatannya dengan Bunda Kota Layak Anak. “Tadi sangat inspiratif sekali penyampaian dari Bunda Kota Layak Anak, ibu Indira. Memang perlu untuk menciptakan rumah tangga, lingkungan yang layak dan ramah anak, ini sangat penting bagi kami,” ucap Tenri A. Palallo. (**)
BARRU – Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Sucianti Lestari, melaksanakan program kerja GEMARI…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)…
BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…
Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "SIAGA STUNTING: Sinergi…
JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…
JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…