Foto : Smalox
Ponsel pintar harusnya bisa membuat kehidupan penggunanya lebih baik, tapi menurut riset perangkat tersebut justru bisa membuatnya pemakainya menjadi bodoh.
Sebuah riset dilakukan oleh Universitas Waterloo di Kanada untuk mengetahui apa saja dampak buruk ponsel pintar bagi para penggunanya. Riset tersebut diikuti oleh 660 orang yang memang sangat aktif menggunakan smartphone.
Seluruh perserta menjalankan tes yang sama, yakni pengujian terkait kemampuan verbal, berhitung, serta kemampuan pengguna untuk memahami sesuatu dan menganalisa permasalahan. Hasilnya?
Pengguna yang sudah tergantung dengan fungsi smartphone memiliki tingkat kecerdasan yang rendah, sulit menganalisa, menghitung atau bahkan mengingat.
“Penelitian kami membuktikan bila frekuensi penggunaan smartphone tinggi berkaitan dengan tingkat kecerdasan yang rendah,” ujar Gordon Pennycook, ilmuwan dari Universitas Waterloo dalam keterangan resminya.
Menurut Pennycook, smartphone membuat penggunanya lebih malas. Malas untuk mengingat, atau melakukan perhitungan sederhana yang seharusnya bisa dilakukan tanpa bantuan ponsel.
Selain membuktikan dampak buruk pemakaian ponsel, riset tersebut juga menyimpulkan bahwa pengguna yang pintar ternyata menghabiskan waktu lebih sedikit dengan smartphone dan mesin pencari Google. Demikian hasil riset yang memberikan fakta unik ketika ponsel menjadi pintar dan penggunanya malah mengalami penurunan tingkat kecerdasan. (**)
BARRU – Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Sucianti Lestari, melaksanakan program kerja GEMARI…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)…
BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia…
Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "SIAGA STUNTING: Sinergi…
JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menggelar pembicaraan strategis dengan…
JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…