WAHANA INFOTA – Isu penculikan anak di setiap daerah yang cukup meresahkan khususnya para orang tua, mendapatkan tanggapan langsung dari Kapolri, Tito Karnavian, rabu 31 Oktober 2018.
Setelah melakukan pengecekan, Kapolri secara tegas mengklarfikasi terkait isu Hoax ini. Yang sengaja disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan untuk menjatuhkan legitiamasi pemerintah.
“Ada yang menyebut katanya ada yang dibunuh, organnya diambil, saya sudah cek pada beberapa daerah, termasuk Manado dan juga Jakarta, dan semua menjawab kepada saya berita tersebut adalah berita hoax, tidak benar, ” kata Kapolri
“Jadi mungkin ada pihak-pihak ke 3 yang sengaja menaikkan isu ini untuk menimbulkan keresahan, apalagi masa pilkada, untuk menakuti masyarakat, melegitimasi wibawa pemerintah” ungkapnya
Kapolri menghimbau masyarakat tak perlu khawatir dan panik terhadap pemberitaan hoax ini.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, orang tua juga tidak perlu khawatir, silahkan lakukan aktifitas seperti biasa, tetap tingkatkan kewaspadaan atau penjagaan terhadap anak, namun, tak perlu reaktif atau panik karena adanya berita-berita seperti ini” pungkasnya. (*)
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi terapi preeklamsia berbasis kelapa sawit melalui ajang Lomba Riset Tingkat…
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
MAKASSAR, Kegiatan Semarak PPKn yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKn FIS-H UNM Periode 2025–2026 akan dilaksanakan pada hari…
MALINO, 24 April 2026 Musyawarah Besar (Mubes) HMPS Pendidikan Administrasi Perkantoran FIS-H UNM yang dilaksanakan pada 24–26 April 2026 di…
Saya tidak mengerti dengan kecendrungan orang-orang yang memilih minuman keras yang memabukkan sebagai pelarian saat ia dirundung masalah, ketika ia…