oleh

Tomas Baji Mappakasunggu Bantah Pernyataan Ketua LPM, Sebut Pernah Berjuang Dukung DP di 2018

WAHANAINFOTA, MAKASSAR – Tokoh Masyarakat (Tomas) Kelurahan Baji Mappakasunggu, Kecamatan Mamajang, geram dengan pernyataan Ketua LPM setempat di media daring.

Dikutip dari rakyatsulsel.co, Ketua RW 03 sekaligus Ketua LPM Mappakasunggu, Syarifuddin disebut kecewa terhadap Moh Ramdhan “Danny” Pomanto (DP). Sehingga beralih dukungan ke pasangan calon Munafri Arifuddin-Rahman Bando.

Seharusnya, lanjut Beni Iskandar, Syarifuddin tidak mengkambing hitamkan Danny Pomanto atas kekecewaannya. Itu soal keluhan genangan air. Yang katanya tidak mendapat perhatian dari pemerintah di era Danny Pomanto menjabat sebagai wali kota.

“Pernyataan ketua RW yang kecewa dan kemudian beralih pilihan disebabkan banjir yang bertahun-tahun menggenangi Jalan Baji Ateka, menurut saya pernyataan itu keliru. Oleh karena saudara Syarif itu juga bertahun tahun menjabat LPM. Bukankah hal itu menjadi bagian dari tanggung jawab seorang ketua LPM?,” pungkasnya, Senin (02/11/2020).

Bahkan, Beni Iskandar mengungkapkan. Di Pilwalkot Makassar 2018 lalu, Syarifuddin bukan bagian dari tim pemenangan Danny Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti. Melainkan, merupakan tim sukses dari paslon tunggal saat itu.

“Dan perlu diketahui, saudara Syarif sejak kotak kosong 2018, beliau memang timses dari kandidat tertentu. Saya meluruskan agar masyarakat paham dan tidak menjadi fitnah untuk pasangan tertentu,” bebernya.

Dia menambahkan, pada Pilwalkot 2020 ini, sebagian besar Ketua RT/RW di Kelurahan Baji Mappakasunggu masih solid. Mendukung ADAMA’ (akronim Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi).

Diberitakan sebelumnya di rakyatsulsel.co, Syarifuddin beralih dukungan. Dan menaruh harapan besar kepada Munafri Arifuddin. Dianggap mampu membawa perubahan yang lebih terasakan secara langsung bagi warga.

Syarifuddin bahkan mengaku, warga setempat terus menerus dihadapkan masalah genangan air tanpa solusi signifikan. Apalagi di saat memasuki musim penghujan. Wilayahnya kerap tergenang air yang tingginya mencapai 10 centimeter (cm).

Situasi itu kemudian disebut membuat aktifitas warga terganggu.

“Di lokasi ini sering tergenang air, selama menjabat (Danny Pomanto) tidak pernah diperhatikan. Kami di sini kecewa, sangat kecewa,” sebut Syarifuddin masih dikutip dari rakyatsulsel,co. Saat menghadiri kampanye dialogis Munafri Arifuddin di Jalan Baji, Jumat (30/10/2020), belum lama ini.

Syarifuddin kemudian mengaku, pernah memberi dukungan ke Danny Pomanto pada Pilwalkot 2018 lalu. Dan tetap memilih kotak kosong. Nyatanya, Beni Iskandar sendiri membantahnya. (**)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed