WAHANAINFOTA, MAKASSAR – Komunitas anak muda, Milenial Makassar masuk jadi barisan relawan M Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma). Pasangan nomor urut 1 itu dianggap menjadi angin segar dengan sejumlah program pro milenial.
Koordinator Milenial Makassar, Abd Muis mengatakan, pihaknya sudah melakukan konsolidasi dengan mengumpulkan masing-masing perwakilan dari 15 kecamatan di Kota Makassar.
“Kami sudah mengatur strategi kampanye untuk membantu Pak Danny dan Ibu Fatmawati sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Makassar,” ucap Abd Muis, Minggu (18/10/2020).
Dijelaskan, sejak awal Milenial Makassar ingin ikut berkontribusi dalam memenangkan ADAMA’ (akronim Danny-Fatma) karena programnya yang pro milenial. Misalnya program peluang 100.000 lapangan kerja, program 5.000 lorong wisata, hingga festival bulanan dengan skala nasional dan internasional.
“Bayangkan saja nanti ada 5.000 Lorong Wisata. Pasti ekonomi akan bergerak yang secara otomatis, pendapatan warga akan semakin meningkat. Di sana akan tercipta UMKM, dan penggeraknya hampir pasti semuanya adalah anak muda,” ucap Abd Muis yang tak lain mantan Ketua HMI Cabang Makassar Timur.
Khusus masalah lapangan kerja, lanjut dia,
diakui usia produktif paling banyak. Menurut BPS Tahun 2019, pengangguran di Makassar adalah angka terbanyak sebanyak 10,39%.
“Melalui program 100.000 lapangan kerja, pastinya menjadi solusi permasalahan ini. Kami sangat percaya pasangan Danny-Fatma bisa mewujudkan itu,” kata Muis, yakin.
Komunitas anak muda ini pun meyakini ADAMA’ adalah pasangan ideal dalam memimpin Kota Makassar selama lima tahun ke depan. Kinerja Danny sudah terbukti saat memimpin lima tahun lalu.
“Pak Danny adalah seorang perencana luar biasa, beliau seorang arsitektur handal yang memungkinkan terjadinya pembangunan yang berkelanjutan. Di tangan beliau akan terwujud Smart City yang terkoneksi satu sama lain demi pelayanan yang lebih muda untuk masyarakat.”
“Ibu Fatmawati adalah seorang mantan Penggerak PKK juga mantan Legislator bahkan terlibat dalam banyak organisasi kemanusiaan. Itu artinya Ibu Fatmawati sangat memahami bagaimana persoalan masyarakat terutama kalangan perempuan. Mereka berdua akan mewujudkan pembangunan yang linear, maju ekonominya juga maju manusianya,” pungkas aktivis mahasiswa ini. (**)
JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…
MAKASSAR – Turnamen sepak bola bergengsi Wali Kota Makassar Cup 2026 dipastikan akan menghadirkan persaingan yang semakin menarik. Salah satu…
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi terapi preeklamsia berbasis kelapa sawit melalui ajang Lomba Riset Tingkat…
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
MAKASSAR, Kegiatan Semarak PPKn yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKn FIS-H UNM Periode 2025–2026 akan dilaksanakan pada hari…