oleh

Lintas Aktivis Perempuan Gerejawi Makassar Satukan Hati Bersama Danny-Fatma

WAHANAINFOTA, MAKASSAR – Calon wakil wali kota Makassar nomor urut 1, Fatmawati Rusdi membuktikan diri sebagai calon pemimpin pluralis di Kota Makassar. Pasangan Moh Ramdhan “Danny” Pomanto ini menjamu sejumlah perkumpulan perempuan gerejawi Kota Makassar, di kediaman pribadinya, Jalan Faisal Raya, Senin sore (12/10/2020).

Deretan perkumpulan perempuan gerejawi hadir dalam pertemuan yang dikemas dalam bentuk dialog ini, yakni Gereja Bethel Indonesia (GBI), Gereja Protestan Indonesia (GPI), Gereja Advent, serta Persekutuan Wanita Gereja Toraja (PWGT).

Ketua Wilayah IV 4 PWGT Sulawesi, Kalimantan, dan Papua, Sartje Manganan yang didaulat mewakili seluruh peserta pertemuan ini, menaruh harapan besar kepada pasangan nomor urut 1, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) bila mendapat mandat memimpin Kota Makassar.

“Di tangan Bu Fatma semoga ke depan Makassar lebih nyaman beribadah. Suasananya terus nyaman. Di sini kami hidup, kami berkarya, dan kami mencintai Makassar,” ucap Santje.

Ia pun mengajak seluruh perempuan gerejawi di Kota Makassar untuk memenangkan ADAMA’ (akronim Danny-Fatma).

“Satukan hati kita kiranya pada 9 Desember kita tidak beralih ke lain hati. Nomor 1, ADAMA’. Bu Fatma sebagai perempuan akan memberdayakan semua perempuan di Makassar,” bebernya.

Fatma pada kesempatannya mengatakan, sejak turun mappatabe’ hingga masuk tahapan kampanye, dirinya telah beberapa kali menemui warga dan tokoh umat kristiani. Hal itu dilakukannya untuk mendekatkan diri kepada seluruh umat beragama di Kota Makassar.

“Terima kasih dan penghargaan atas sambutan hangat yang diberikan,” ucap Fatma.

Pertemuan yang mayoritas dihadiri warga Tana Toraja yang berdomisili di Makassar, Fatma juga menyampaikan bahwa Tana Toraja adalah bagian dari keluarganya. Saat menjadi Anggota DPR RI periode 2014-2019, wilayah yang kaya destinasi wisata itu merupakan salah satu daerah pemilihannya.

“Saya antusias memperjuangkan aspirasi dari Toraja. Pembangunan bandara (Bandara Buntu Kunik) adalah bagian dari perjuangan saya saat duduk ke DPR. Itu untuk menunjang destinasi wisata di sana,” ucap perempuan kelahiran Kota Parepare 1980 ini.

Pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto ini juga menekankan tentang pluralisme di Makassar. Bahwa daerah ini yang sangat heterogen, maka semangat pembangunnya pun mesti berdasar semangat itu. Meski berbeda, tetapi tetap satu tujuan.

“Semoga kekeluargaan ini tetap terjalin,” ucap Ketua TP PKK Kabupaten Sidrap 2008-2018 ini. (**)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed