oleh

Kuasa Hukum Nico-Victor Ingatkan Eks Stafsus Hukum Bicara Sesuai Kapasitas

WAHANAINFOTA, MAKALE – Kuasa Hukum Nico-Victor, Pither Ponda, mengingatkan semua stafsus Bupati yang ada fokus pada bidang masing-masing.

Jika diberi tugas sebagai Stafsus Hukum, maka berilah masukan terkait hukum. Begitupun jika diberi tugas sebagai stafsus politik, maka tugasnya memberi masukan soal politik.

Pither menyesalkan tindakan salah satu eks Stafsus Bupati, Abdul Asis Assen, yang sengaja menebar kebencian di medsos dan media massa.

Asis yang dulu menjadi salah satu stafsus Bupati bidang hukum, kata Pither, tidak pantas berbicara soal anggaran karena sedikit banyaknya dia tidak akan mengerti.

“Saya ingatkan, saja kita pernah bekerja sama, walaupun kini pisah, tetaplah Pegang etika dan jaga integritas, walaupun kepentingan politik berbeda. Intinya, Asis itu jangan Sotta (sok tahu) dan asal ngomong. Kalau stafsus hukum, beri masukan tentang hukum. Jangan bicara anggaran, apa lagi kalau cuman tahu sedikit, kulit kulitnya saja,” kata Pither.

Pither berharap, jangan karena pilkada berkomentar seenaknya. Asis yang terikat kepentingan menjadi salah satu tim pemenangan di kandidat lain, sengaja menggiring opini yang tak pantas.

Dia juga meminta media memahami proporsi dalam pemberitaan, yakni memilih narasumber yang kompeten. Asis punya kompetensi bidang hukum, tetapi berkomentar soal anggaran.

“Ini kan dak pantas. Masa orang ditugasi bidang hukum, tapi seolah kuasai anggaran. Di mana kompetensinya. Sementara, pada umumnya lihat sendirilah kinerja Nico-Victor. Bukti ada. Hasil pembangunan ada. Artinya, tak ada yang salah di pemerintah Nico-Victor,” beber Pither.

Hal sama juga diungkap kuasa hukum NIVI, Kurniawan. Dia menjelaskan staf khusus hukum mengomentari tata kelola keuangan bukan urusannya.

Urusan tata kelola keuangan, lanjut dia, ada inspektorat atau bidang keuangan terkait. Jika memang ada hal yang tidak berkenan dapat disampaikan secara profesional, protap, dan etika.

“Curhat di masa kampanye ini sudah mempertontonkan bahwa saudara Asis tidak profesional dalam mengkritik. Kritikan Asis sekaligus mengkritik diri sendiri sebagai bagian dari pemerintah pada saat itu. Tidak sadar Pak Asis mengkritik diri sendiri melalui jabatannya kala itu. Sehingga kesimpulan kami, kapabilitas dan profesionalnya dipertanyakan,” pungkas Kurniawan.(*)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed