WAHANA INFOTA, ENREKANG — Dua Instansi layanan publik di Enrekang saat ini tengah menuai Kritikan Publik. Dua Instansi tersebut adalah RSUD Maspul dan BPBD Enrekang.
Achmad Fauzi Kamaruddin salah satu aktifis asal Enrekang menuding dua Instansi ini sangat bobrok kinerjanya terutama pada pelayanan pasien Covid-19.
Pemuda yang akrab dipanggil Uca ini mengatakan bukan hanya sekali RSUD Maspul melakukan kelalaian dalam penanganan pasien Covid-19.
Mulai dari pasien covid-19 yang meninggal malam hari namun baru dilakukan penguburan pada esok harinya sampai membiarkan keluarga pasien Covid-19 bebas keluar masuk UGD menjaga pasien secara bergantian tanpa menggunakan APD termasuk para petugas yang melayani pasien tanpa menggunakan APD.
Selain itu BPBD yang oleh putra Almarhum Kamaruddin mantan Camat Alla ini mengatakan tak siap melakukan penangan sehingga harus kebablasan dalam pengadaan peti jenazah. Akibatnya jenazah pasien Covid-19 di rumah sakit Maspul tak segera di makamkan karena harus menunggu peti jenazah selesai dibuat.
” Saya rasa pihak RSUD Maspul dan BPBD kurang koordinasi sehingga penanganan pasien Covid-19 yang sudah meninggal sangat lamban. Bahkan Pati jenazah pun tidak ada sehingga pihak BPBD membuat sendiri peti jenazah pakai triplek”. Kata Uca dari balik telepon.
” Maksud saya mau terbuat dari triplek itu urusan mereka mau diapakan kelebihan anggarannya itu urusan mereka. Tapi itu jenazah jangan dibiarkan bermalam. Harusnya kalau semua administrasi sudah selesai BPBD segera menjemput jenazah untuk dimakamkan, tapi ini lagi-lagi persoalan peti yang tidak siap”. Ungkapnya.
Bahkan menurut Uca Disinyalir BPBD Malah Melakukan penganggaran bibit dan pakan ikan yang tidak sesuai tupoksinya apalagi saat ini masyarakat dalam keadaan berjuang melawan wabah covid19.
“Saya pribadi sangat mendukung dan mensupport segala kebijakan Pemerintah kabupaten Enrekang jika memang itu baik untuk masyarakat, akan tetapi kebijakan yang keliru maka sayapun secara pribadi akan mengkritik kebijakan yang salah langkah ataupun keliru.” Tegasnya.
Untuk itu Ia meminta agar Bupati Enrekang H Muslimin Bando melakukan evaluasi terhadap kinerja RSUD Maspul dan BPBD Enrekang.
” Saya minta untuk dicopot itu Direktur rumah sakit dengan kepala BPBD. Tidak becus itu mereka”. Kata Uca. (**)
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi terapi preeklamsia berbasis kelapa sawit melalui ajang Lomba Riset Tingkat…
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
MAKASSAR, Kegiatan Semarak PPKn yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKn FIS-H UNM Periode 2025–2026 akan dilaksanakan pada hari…
MALINO, 24 April 2026 Musyawarah Besar (Mubes) HMPS Pendidikan Administrasi Perkantoran FIS-H UNM yang dilaksanakan pada 24–26 April 2026 di…
Saya tidak mengerti dengan kecendrungan orang-orang yang memilih minuman keras yang memabukkan sebagai pelarian saat ia dirundung masalah, ketika ia…