WAHANAINFOTA, MASAMBA – Mengharukan. Upaya evakuasi Muh Ridwan, seorang kakek berusia 87 tahun yang sedang sakit oleh tim divisi IOF Rescue Pengda Sulsel yang dipimpin Adi Rasyid Ali disambut tangis haru oleh ratusan warga.
Pemandangan itu terjadi Ahad (19/7/2020) siang. Saat itu rombongan Pengurus Daerah Indonesia Off-Road Federation Sulawesi Selatan (Pengda IOF Sulsel) tengah melaksanakan misi kemanusiaan ke Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Organisasi para offroader dan pehobby kendaraan 4×4 ini hadir membawa bantuan bagi korban banjir bandang.
Adi Rasyid Ali, Ketua Pengda IOF Sulsel pemimpin misi kemanusiaan itu. Ia dampingi sejumlah pengurus IOF lainnya. Di antaranya Ketua Harian dan Sekum IOF Sulsel, Firzal Muzaffar dan Sekretaris M Suyuri serta Kepala Divisi Rescue, Chahe.
Belasan mobil bergerak dari posko IOF Sulsel di samping SPBU jalan poros Trans Sulawesi kilometer 455, Kelurahan Kasimbong, Masamba. Jalan berlubang dan berlumpur serta tumpukan kayu dilalui dengan jeep 4×4. Sesekali mereka mampir sambil membagikan kebutuhan pokok kepada warga terdampak.
Sekitar 2 jam lebih para offroader ini menempuh perjalanan dengan medan yang cukup berat untuk bisa tiba di Desa Maipi yang dulu bernama Lero. Padahal jaraknya hanya sekitar 10 kilometer (Km) dari Kota Masamba.
Desa Maipi salah satu desa yang terisolir akibat banjir bandang. Jalan dan dua jembatan yang menghubungkan desa ini terputus dan tertimbun lumpur padat dan material kayu- gelondongan.
Sebelum banjir bandang menerjang Desa Maipi salah satu desa yang memiliki obyek wisata yang cukup indah. Di desa ini ada permandian air terjun dan permandian air panas di Dusun Kumbi.
Menurut Kepala Desa Maipi Asbir Rumpa permandian air terjun ini belum terlalu banyak dikenal orang.
Pasca banjir bandang jalan menuju ke desa Maipi hanya bisa dilalui kendaraan tertentu. Hal itu juga diakaui Adi Rasyid Ali. Bersama offroader lainnya ia sering menjelajahi medan berat, bebatuan nan terjal.
‘’Namun kali ini kita harus berhati-hati. Sebab salah memilih jalan bisa terjebak lumpur sedalam 2 meter,” kata ARA, sapaan Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, ini.
ARA membawa bantuan logistik. Ia meninggalkan Makassar sejak kamis (16/7/2020) tengah malam. Saat Tiba di desa Maipi Ahad (19/7/2020) ia mendapat laporan kalau ada warga yang sakit keras dan butuh bantuan untuk dibawa ke RSUD Masamba.
Tanpa pikir panjang usai membagikan kebutuhan pokok bagi warga yang membutuhkan, ia langsung mengevakuasi warga tersebut menggunakan mobil pick up 4×4 warna putih yang baru sepekan ia pakai.
Jalan sempit nan curam dan berlumpur bukan halangan bagi dia. Tapi butuh waktu 2 jam untuk bisa tiba di RSUD Masamba.
‘’Alhamdulillah kami bisa tiba di rumah sakit dengan selamat,” kata Cahe, Ketua Divisi IOF Rescue Sulsel.
Muh Ridwan pun langsung dibawa ke UGD. Menurut Meike Andi Baso, salah satu suster yang merawat, kaket berusia 78 tahun itu sudah sekitar 10 hari sesak napas.
‘’Tapi bukan covid,” katanya.
Ia mengaku berterima kasih kepada Adi Rasyid Ali yang bersedia mengevakuasi warga yang sakit menggunakan mobilnya.
‘’Sudah lama kami mau dibawa ke rumah sakit. Tapi kendaraan susah masuk ke Desa Maipi. Kalau ada warga yang sakit harus digotong sampai ke ujung jalan desa yang cukup jauh,” ujar suster Mieke.
Desa Maipi salah satu desa yang terisolir akibat banjir bandang. Jalan dan dua jembatan yang menghubungkan desa ini terputus dan tertimbun lumpur padat dan material kayu- gelondongan.
Asbir, Kepala Desa Maipi menyebut, kerusakan yang terjadi itu membuat akses penghubung ke beberapa desa termasuk ke Kecamatan Rampi ikut terputus.
“Ada dua jembatan beton dan dua jembatan gantung yang terputus. Salah satu jembatan beton yang terputus tersebut letaknya di Tandung Desa Baloli. Itu adalah jembatan penghubung lima desa dan salah satu akses menuju ke Rampi,” tuturnya.
Selain infrastruktur jembatan yang terputus, akses jalan ke Desa Maipi juga rusak parah disertai listrik mati total. Ini mengakibatkan penyaluran logistik mengalami kesulitan, sedangkan jarak dari kota Masamba, red ke Desa Maipi berkisar 10 kilometer.
Untuk diketahui, rumah warga yang terbawa arus banjir di desa ini ada 10 rumah. Sementara yang terdampak sedikitnya 26 rumah. Desa Maipi dihuni hanmpir 1000 jiwa jiwa.(**)
JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…
MAKASSAR – Turnamen sepak bola bergengsi Wali Kota Makassar Cup 2026 dipastikan akan menghadirkan persaingan yang semakin menarik. Salah satu…
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi terapi preeklamsia berbasis kelapa sawit melalui ajang Lomba Riset Tingkat…
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
MAKASSAR, Kegiatan Semarak PPKn yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKn FIS-H UNM Periode 2025–2026 akan dilaksanakan pada hari…