WAHANAINFOTA, BANTAENG – Di hadapan Gubernur Sulsel, Bupati Bantaeng Ilham Azikin melaporkan kondisi terkini Kabupaten Bantaeng pascadilanda banjir.
Dia menyebut, sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan. Seperti jembatan, jalan dan fasilitas umum lainnya.
“Kami melaporkan kondisi terakhir kejadian bencana di Kabupaten Bantaeng. Bencana banjir terjadi pada 12 Juni 2020, Jumat pada pukul 17.00 Wita. Beberapa lokasi yang terkena dampak khususnya pada tiga kecamatan. Kecamatan Bantaeng, Bissapu dan Sinoa,” jelas Ilham Azikin kepada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di Bantaeng, Sabtu (13/06/2020).
Selain itu, kata Ilham Azikin, terdapat ribuan rumah warga juga ikut rusak terdampak banjir. Termasuk pusat perdagangan, mengalami kerusakan cukup parah.
“Air bersih belum mengalir di beberapa tempat. Rumah rusak sekira 2.333 rumah. Pasar Baru diprediksi dengan total kerugian Rp4 miliar,” paparnya melalui keterangan resmi yang diterima WAHANAINFOTA, Minggu (14/06/2020).
“Pertokoan sekitar Jalan Mangga dan Jalan Manggis menimbulkan kerugian Rp 2 miliar dan fasilitas perkantoran (MPP), Server DUKCAPIL, Kantor Lurah Pallantikang, Gedung Perpustakaan Daerah mengalami kerusakan dengan perkiraan kerugian Rp 1 miliar,” lanjut Ilham Azikin.
Ada pun jembatan rusak, berlokasi di Kampung Kaili. Begitu juga akses jalan lingkar selatan. Jalan sepanjang 40 meter ikut terputus. Badan jalan tertutupi material tanah longsor.
“Ruas jalan Batayya 1 dan Batayya 2 badan jalan terjadi patahan dan tertimbun longsor. Cekdam Balang Sikuyu bobol dan patah pada sayap sebelah selatan (wilayah Bissappu),” papar Ilham Azikin.
Lebih lanjut dia menjelaskan, penyebab banjir di Kabupaten Bantaeng, karena curah hujan cukup tinggi. Air di Sungai Calendu dan Cekdam Balang Sikuyu jebol pada sisi kanan.
Sehingga, membuat sebagian wilayah terdampak banjir. Dan menelan korban jiwa meninggal dunia, atas bama Haerul Fatta, terseret arus.
“Tim gabungan sudah turun langsung. Melibatkan TNI/Polri, BPBD, Basarnas, Damkar, Tagana, PMI, Ormas dan relawan,” tambah Ilham Azikin.
Saat ini, sejumlah sarana dijadikan sebagai tempat pengungsian. Seperti di Gedung PDM, Masjid Jami Tangnga, SD Inpres Tappanjeng, Masjid Nurul Yaqin, dan Musollah BRI di Jalan Kartini.
Warga juga mengungsi di Gedung PGRI Lamalaka, Masjid Cabodo, Gedung perpustakaan Daerah dan Posko Induk Covid-19.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah ikut prihatin. Dan memastikan akan memberi bantuan dana tanggap darurat ke Pemkab Bantaeng.
Dia juga memberi semangat kepada Pemkab Bantaeng.
“Kita ikut prihatin kepada Pak Bupati dan Pak Wakil, tentu ini akan menjadi pekerjaan yang tidak mudah dan ringan. Karena beberapa infrastruktur juga ikut rusak,” tuturnya. (bs)
MAKASSAR – Turnamen sepak bola bergengsi Wali Kota Makassar Cup 2026 dipastikan akan menghadirkan persaingan yang semakin menarik. Salah satu…
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi terapi preeklamsia berbasis kelapa sawit melalui ajang Lomba Riset Tingkat…
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
MAKASSAR, Kegiatan Semarak PPKn yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKn FIS-H UNM Periode 2025–2026 akan dilaksanakan pada hari…
MALINO, 24 April 2026 Musyawarah Besar (Mubes) HMPS Pendidikan Administrasi Perkantoran FIS-H UNM yang dilaksanakan pada 24–26 April 2026 di…