oleh

Jokowi Tekankan Menkominfo Beri Perhatian Dan Dukungan Pada Pengembangan ‘Startup’ Di Indonesia

WAHANA INFOTA – Kamu punya ide keren buat startup? Go ahead! Pasalnya, Presiden Jokowi punya banyak kebijakan yang memungkinkan startup kamu berkembang. Sudah beberapa kali lho, dia bicara soal kemajuan startup di Indonesia.

Salah satunya ketika membuka Indonesia E-commerce Summit & Expo (IESE) 2016, Jokowi berpesan kepada seluruh jajarannya, khususnya Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara untuk memerhatikan perkembangan startup dengan memberikan bantuan agar bisa berkembang pesat.

Alasannya, Jokowi ingin perusahaan rintisan teknologi bisa memberikan kontribusi buat negara. Apalagi dia juga menargetkan Indonesia bisa menjadi The Digital Energy of Asia. Dan, dia tidak ragu menyebut nama-nama startup yang patut didorong perkembangannya.

“Saya titip Halodoc, Tanihub, Lima Kilo, dan Nurbaya Inisiatif. Semua harus betul-betul diberi dorongan agar cepat meloncat ke level berikutnya. Petani, nelayan, usaha mikro, dari kampung, dari desa, harus bisa disambungkan dengan aplikasi-aplikasi juga” dorongnya waktu itu.

Saking perhatiannya terhadap perkembangan ekonomi digital di Indonesia, Jokowi menyempatkan diri mendatangi Silicon Valley, sebuah kawasan tempat berkumpul berbagai perusahaan teknologi raksasa di California, Amerika Serikat, pada 24 Oktober 2015. Di sana, dia menggali lebih banyak informasi mengenai sistem pendanaan, logistik, hingga proteksi konsumen pada startup.

Hal ini tidak terlepas dari ambisi Jokowi yang ingin menempatkan Indonesia sebagai kawasan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Dia optimis jika bisnis e-commerce yang diposisikan sebagai penggerak ekonomi digital di Indonesia bisa mencapai US$ 130 miliar pada tahun 2020.

Sepulangnya dari sana, Jokowi langsung bergerak cepat memberikan terobosan kebijakan untuk perkembangan dunia startup di Indonesia. Dia merasa saat ini negara kita sudah tertinggal jauh dari negara lain.
Demi mendukung tujuan tersebut, bersama Depkominfo dan Kibar, diresmikanlah Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital pada 17 Juni 2016. Program ini diharapkan melahirkan 1.000 startup pada tahun 2020 dengan total valuasi mencapai US$ 10 miliar.

Program ini dihadirkan di 10 kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak. Selengkapnya bisa dilihat di website www.1000startupdigital.id.
Asyiknya, Jokowi juga sudah mengancam kementerian terkait supaya membuat kebijakan dan peraturan yang memudahkan pelaku startup. Dia telah menyederhanakan sebanyak 16 paket kebijakan ekonomi, yang tentunya memudahkan para pelaku startup untuk berkembang.

“Startup kita jangan dicekik dengan regulasi yang berlebihan. Jangan terlalu diatur-atur. Startup itu kekuatannya ada pada inovasi. Bagaimana mau berinovasi jika sudah dibelit peraturan?” ujarnya.

So, apa pun ide kamu, startup yang akan atau sudah kamu kembangkan, pastikan maju terus pantang mundur!
Salam SATU Indonesia!

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed