WAHANA INFOTA — Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri peringatan Hari Jadi Luwu ke-752 dan Peringatan Perlawanan Rakyat Luwu Ke-74 di Lapangan Soekarno Hatta, Malili, Kamis (23/1). Wagub terlihat menyambut defile dan menyerahkan lambang perlawanan Masyarakat Luwu kepada Bupati Luwu Timur.
Sejarah Tanah Luwu sudah berawal jauh sebelum masa pemerintahan Hindia Belanda bermula. Sebelumnya, Luwu telah menjadi sebuah kerajaan yang mewilayahi Kolaka (Sulawesi Tenggara) dan Poso (Sulawesi Tengah). Hal sejarah Luwu ini dikenal pula dengan nama Tanah Luwu yang dihubungkan dengan nama La Galigo dan Sawerigading.
Melalui SK Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara No.2067/1961 tanggal 18 Desember 1961 tentang Perubahan Status Distrik di Sulawesi Selatan termasuk di Daerah Tingkat II Luwu menjadi Kecamatan. Dengan berpedoman pula pada SK tersebut, maka status Distrik di Daerah Tingkat II Luwu berubah menjadi kecamatan dan nama-nama kecamatannya tetap berpedoman pada SK Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara No. 1100/1961 tertanggal 16 Agustus 1961, dengan luas wilayah 25.149 Km2.
“Terima kasih kehadiran bapak Wakil Gubernur di tengah tengah elemen masyarakat tanah Luwu Raya. Mewakili seluruh elemen masyarakat Luwu Timur mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesarnya. Terima kasih atas dukungan pembangunan tanah Luwu salah satunya infrastruktur dan tentunya masih banyak harapan masyarakat kepada Gubernur,” ungkap Bupati Luwu Timur, Toriq Husler
Sambungnya, peringatan ini dijadikan sebagai sumber inspirasi dan pembangkit inovasi yang membangun tanah Luwu. Dengan tema yang ada juga didorong sinergi dan akselerasi. Serta tidak berhenti untuk saling mengingatkan untuk kebaikan. ”
Peringatan merupakan momentum penting untuk mengenang kembali semangat patriotisme masyarakat tanah Luwu,kita sekua harus bangkit dan berkarya untuk tanah Luwu,” sebutnya.
Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya menekankan keadilan sosial dalam pemerataan pembangunan di tanah Luwu. Pencapaian pembangunan yang menjadi program Gubernur dan Wakil Gubernur ia sampaikan dihadapan ribuan elemen masyarakat Luwu Raya yang hadir.
“Komitmen Pemprov Sulsel untuk membangun Luwu Raya, Tana Toraja, dan Toraja Utara tanpa membedakan dan tidak ada diskriminasi untuk menegakkan sila ke lima, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dalam hal pemerataan pembangunan di Sulsel,” ungkap Andi Sudirman Sulaiman.
Ia mencontohkan pembangunan di wilayah Seko, Luwu Utara. Jika dulu untuk mencapainya membutuhkan waktu hingga tiga hari ini. Saat ini hanya beberapa jam saja.
Demikian juga dengan perbatasan di Beteleme ke Luwu Timur juga pemerintah hadir untuk membangun di wilayah perbatsasan.
“Harapan kita bagaimana menjadikan Luwu Raya menjadi pusat ekonomi baru,” tambahnya.(**)
JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…
MAKASSAR – Turnamen sepak bola bergengsi Wali Kota Makassar Cup 2026 dipastikan akan menghadirkan persaingan yang semakin menarik. Salah satu…
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi terapi preeklamsia berbasis kelapa sawit melalui ajang Lomba Riset Tingkat…
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
MAKASSAR, Kegiatan Semarak PPKn yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKn FIS-H UNM Periode 2025–2026 akan dilaksanakan pada hari…