oleh

Gradasi Maluku, Sasar Potensi Daerah melalui Pembentukan 100 ‘Kampoeng Digital’

WAHANA INFOTA, MAKASSAR — Guna mempercepat literasi digital di Maluku, Generasi Digital Indonesia (Gradasi) Maluku, melakukan sosialisasi sekaligus pendampingan literasi digital melalui program Kampoeng Digital.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Gradasi Maluku, Ode Abdurrachman, yang menyebut bahwa pembentukan Kampoeng Digital di Maluku, akan dilakukan secara massif dan merata di seluruh wilayah Maluku, sehingganya Masyarakat punyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan ilmu pemanfaatan digital untuk pengembangan sumber daya manusia itu sendiri serta potensi daerah mereka.

“Kampung, atau kami branding dengan kampoeng Digital Gradasi, adalah inisiasi menggerakkan masyarakat dari kampung-ke kampung melalui organisasi penggerak Gradasi (Generasi digital Indonesia)” kata Ode Abdurrachman.

Ode menambahkan bahwa dalam hal menumbuhkan kesadaran mengelola berbagai potensi yang  ada di setiap wilayah itu khususnya, dari kampung/dusun/desa/dukuh, sejatinya bisa digerakan berbagai potensi yang terpendam dan selama ini belum dimunculkan ke permukaan, lebih khusus potensi lokal berbasis literasi digital

“Banyak sarjana yang kini kembali ke desa, tapi belum menemukan cara bagaimana, memulai dari mana menggerakkan dengan apa, membangun kampung atau desanya. Dampak negatif imbas dari covid dan berbagai persoalan muktikompleks yang kini merembet ke segala sektor, menjadikan kebanyakan kita juga belum tau bagaimana caranya bangkit” Lanjut Ode.

Ode menegaskan, melalui program Kampoeng Digital Gradasi, ia beserta rekan-rekan yang lain siap menjadi pendamping dalam kegiatan literasi digital untuk mengembangkan kualitas SDM serta potensi daerah.

“Saya dan rekan-rekan Gradasi merupakan bagian dari pegiat literasi digital, kami kebanyakan pengajar, guru, dosen, instruktur, pemuda, pelajar, merasa terpanggil dan ingin menjadi bagian dari solusi dengan menawarkan jalan keluar praktis dan kontinyu dengan berusaha mendampingi rekan-rekan pemuda, pelajar, mahasiswa, sarjana di kampung, desa hingga kota, untuk ikut menjadi relawan penggerak digital dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya, dan kita memulainya dari tempat paling bawah, yakni Kampung” kata Ode Abdurrachman, yang juga merupakan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Maluku.

Di Maluku, ada lebih dari 1.200 desa atau kampoeng, bahkan dusun, yang kemudian menurut Ode, jika bisa menggerakkan 10% saja, atau 120an desa atau kampung, maka dia meyakini desa ini akan menjadi contoh dan teladan bagi desa atau kampeng lainnya untuk bergerak dan menggerakkan terutama dalam mengelola berbagai potensi di sekitarnya.

“Ambil contoh misalnya Banyak potensi kampung-kampung pesisir Maluku, desa-desa adat, khas dengan budaya, bahkan kaya dengan potensi wisata yang belum terkelola dengan baik, dan belum terpublikasi. Mungkin hasilnya sudah dinikmati oleh kalangan investor tapi bagaimana dengan masyarakat sekitar?” Lanjutnya.

Jelasnya kami tau bahwa desa juga dibantu dengan anggaran pemerintah atau dana desa, tapi bagaimana dengan dusun dan kampung, belum lagi pulau-pulau pesisir yang kaya akan potensi wisata dan tradisi khas lokal.

Ode memaparkan, bahwa Maluku, tak hanya kaya oleh panorama alam, tapi juga tradisi, adat, budaya, bahkan hingga panganan lokal yang menjadi tradisi masyarakat Maluku yang belum terpublikasi luas, lebih khusus lagi misalnya cinderamata lokal dan sentral oleh-oleh yang menjadi buah tangan pengunjung yang masih jarang tersedia dan terpublikasi lokal.

“Mungkin langkah awal kami akan fokus di sektor ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing kampung” Kata Ode.

Olehnya itu, Ode mengatakan ia mempersiapkan pembentukan 100 kampoeng Digital tahun 2021 yang akan dibangun oleh relawan dari Gradasi yang tersebar di seluruh Maluku 11 kota/kabupaten.

“Jelas kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk desa, kota/kabupaten bahkan pimpinan daerah untuk membantu mempublikasi dan memfasilitasi kampung-kampung ini agar berdaya dan sejahtera”

“Pekan ini kami sudah memulainya, menggerakkan para penggerak di dusun Pulau OSI, kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Pemanfaatkan potensi wisatanya dengan mulai mensosialisasikan berbagai praktik baik dan aksi dengan kelompok kecil masyarakat.” Kata Ode.

Gradasi Maluku melalui program Kampoeng Digital, juga adalah sebuah bentuk pemberdayaan pandu digital, yang mana beberapa pengurus Gradasi dari Maluku, telah menjadi relawan penggerak Pandu digital Indonesia, yang merupakan program dari Ditjen Aptika Kominfo RI, Ode menyebut, Gradasi Maluku akan mengawal program ini dan menjadi bagian dari penggerak literasi digital mayarakat. (*Sn)

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed