oleh

Edukasi Risiko Jatuh pada Lansia, Mahasiswa Fisioterapi Unhas Gelar Penyuluhan di Desa Lawallu, Kec. Soppeng Riaja

BARRU – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Marseila Abigael Pasorong, melaksanakan program kerja dengan tema LANGKAH (Lansia Aman Melangkah): Edukasi Risiko Jatuh dengan Latihan Keseimbangan pada Selasa (21/7/2026) di Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru.

Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WITA ini merupakan salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin yang berfokus pada edukasi risiko jatuh bagi lansia.

Program kerja ini diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pra lansia dan lansia dalam mencegah risiko jatuh melalui edukasi dan praktik latihan keseimbangan yang aman dan mudah dilakukan secara mandiri agar dapat mempertahankan fungsi fisik, meningkatkan kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari, serta meningkatkan kualitas hidup.

Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) yang berfokus pada peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di semua kelompok usia.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengisian pre-test mengenai materi yang akan disampaikan, selanjutnya dilakukan penyampaian materi mengenai pengertian jatuh, penyebab dan dampak jatuh, serta pentingnya latihan keseimbangan. Setelah itu, mahasiswa memberikan demonstrasi sekaligus mengajak lansia mempraktikkan latihan keseimbangan berupa otago exercise.

Kegiatan ditutup dengan pengisian post-test untuk mengetahui seberapa besar pemahaman lansia mengenai materi yang disampaikan.

Marseila Abigael Pasorong, Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, mengatakan bahwa edukasi mengenai risiko jatuh dan latihan keseimbangan sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pra lansia dan lansia pada pentingnya menjaga keseimbangan tubuh sebagai upaya pencegahan jatuh.

“Kami berharap melalui kegiatan edukasi dan praktik latihan keseimbangan , masyarakat khususnya pra lansia dan lansia dapat memahami pentingnya pencegahan risiko jatuh serta mampu menerapkan latihan keseimbangan secara mandiri sehingga risiko jatuh dapat diminimalkan dan kualitas hidup di Desa Lawallu dapat terus meningkat” ujarnya.

Melalui program LANGKAH, diharapkan masyarakat Desa Lawallu khususnya pra lansia dan lansia memiliki kesadaran yang lebih baik tentang pentingnya pencegahan risiko jatuh melalui latihan keseimbangan yang dilakukan secara rutin. Edukasi ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dalam mendukung pembentukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan, kemandirian, dan kualitas hidup lansia di Desa Lawallu.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed