oleh

DES FORKEIS UIN ALAUDDIN ke -XI, Angkat Tema Terkait Kekeluargaan Dalam Diklat

WAHANA INFOTA, MAKASSAR — Forum Kajian Ekonomi Syariah (FORKEIS) UIN Alauddin Makassar mengadakan Diklat Ekonomi Syariah (DES) yang ke-XI secara daring dengan Tema “Find New Experience and Your Family In Des”, pada Jum’at, 26 Februari 2021.

Kegiatan ini diikuti oleh 115 peserta yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di Sulawesi Selatan. Yaitu, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Universitas Islam Makassar (UIM), dan Universitas Muslim Indonesia Makassar (UMI).

Selain itu, juga ada peserta yang berasal dari Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR).

Dalam pembukaan DES ini dihadiri oleh FoSSEI Regional SulSelBar dan Maluku, Presidium Nasional Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) serta para Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) dari berbagai daerah yang ada di Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh pembina FORKEIS,Dr. Amiruddin K.,M.E.I yang pada kesempatan ini beliau menyampaikan kepada para peserta agar berungguh-sungguh, karna itu adalah kunci kesuksesan.

“Alangkah baiknya jika para peserta mengikuti proses yang ada di FORKEIS dengan sungguh-sungguh, sehingga bisa mengikuti jejak kesuksesan dari para senior yang berprestasi baik dibidang akademik maupun non akademik” imbauya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif FORKEIS periode 2020/2021, Nasrullah, memberikan motivasi kepada para peserta FORKEIS untuk untuk benar-benar memanfaatkan FORKEIS sebagai wadah mencari ilmu.

“FORKEIS ini merupakan wadah untuk adik-adik dalam menggaungkan ekonomi syariah, selain itu berproses di FORKEIS jika kita mencari Ilmu maka akan kita dapatkan, jika kita mencari relasi maka akan kita dapatkan, tapi jika kita mencari musuh maka tidak akan kita dapatkan”. Ungkapnya.

“Des ini juga membuka jalan bagi para mahasiswa yang tertarik dengan ekonomi syariah, terbukti dengan begitu banyaknya peserta yang berpartisipasi dalam pembukaan ini. Dengan adanya DES ini diharapkan bagi peserta untuk tidak hanya sekedar tahu tetapi juga bisa lebih mendalami terkait dengan ekonomi syariah dan juga dapat konsisten untuk terus berproses sampai akhir. Ekonomi Rabbani, Bisa!!!” Tutupnya. (*SN)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed