WAHANA INFOTA — Siapa yang menduga dalam sekejap waktu, manusia yang suka dengan keramaian tiba-tiba menghindari keramaian. Suasana sepi, mencekam dikabarkan sedang melanda di beberapa negara. Orang-orang menuruti kebijakan, tidak keluar rumah, dan mengisolasi diri yang dianggap sebagai salah satu satu cara mencegah penularan virus mematikan itu.
Kecanggihan alat serta ilmu kedokteran yang dibangun dari sebuah penelitian puluhan bahkan ratusan tahun, rupanya tak cukup sigap untuk mengantisipasi penyebaran virus ini. Korban berjatuhan. Tenaga medis kewalahan.
Segala bentuk tindakan tanggap Corona telah digencarkan, saling mengingatkan untuk senantiasa menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan adalah pesan mainstream yang cukup mudah diterima di kalangan masyarakat.
Pertanyaan besar pun menguak, sampai kapan ketakutan serta kekalutan akan bahaya Corona ini dipastikan bisa berakhir.
Meski begitu, ketakutan Manusia sebenarnya bukan pada Corona. Didera penyakit apapun sudah menjadi konsekuensi dalam kehidupan ini. Manusia hanya tak siap, karena akibat dari Corona adalah kematian. Dan tak satupun manusia yang siap secara psikis dengan kematian.
Corona pun mengajarkan sekaligus mengingatkan, kepada manusia bahwa kematian identik dengan kesepian. Sungguh jauh dari keramaian. Berhentinya aktifitas raga pada segala hal yang bersifat duniawi dan kembalinya roh ke alam yang telah menanti. Kita memang harus sepi. Dan merenungi kembali, bahwa keramaian hanyalah menghadirkan euforia yang sementara. Kebersamaan yang sementara.
Mengingatkan kembali, pada tangis yang mengiringi lahirnya kita di dunia. Sesosok bayi mungil yang siap diuji dengan segala dinamika kehidupan.
Dalam jauh masa ke depan, Corona-corona yang lain mungkin akan kembali. Menyapa kembali. Menguji kembali. Membuat manusia kembali menarik diri dari keramaian. Sepi yang ditakuti pun menjadi solusi dari sesuatu yang begitu ditakuti. Untuk sekedar merenungi, tentang perjalanan hidup yang tak perlu selalu ramai, selalu ribut, ataupun selalu tertawa.
Mari menjaga diri, mengisolasi diri, merenungi dan mensyukuri hidup, semoga nikmat kesehatan serta nikmat kesempatan masih mewarnai kehidupan kita. (S)
MAKASSAR, Kegiatan Semarak PPKn yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKn FIS-H UNM Periode 2025–2026 akan dilaksanakan pada hari…
MALINO, 24 April 2026 Musyawarah Besar (Mubes) HMPS Pendidikan Administrasi Perkantoran FIS-H UNM yang dilaksanakan pada 24–26 April 2026 di…
Saya tidak mengerti dengan kecendrungan orang-orang yang memilih minuman keras yang memabukkan sebagai pelarian saat ia dirundung masalah, ketika ia…
Mungkin, sering tak kita sadari, kata 'Pulang' kerap mereduksi kelelahan kita di tengah aktifitas keseharian, seolah mengirimkan pesan, ada ketenangan…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 Universitas…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Pelaksanaan program donor darah yang digalakkan oleh Komunitas Passapeda (KOMPAS) Biringkanaya, akan kembali diadakan pada bulan…