oleh

Viral Video, Diduga Relawan APPI-Rahman Ungkap Lebih Baik Proyek Makassar Dikuasai Bosowa

WAHANAINFOTA, MAKASSAR – Ketua tim pemenangan Appi-Rahman, Erwin Aksa menyikapi video salah satu ketua LPM di Tamalanrea, Sudirman, yang beredar luas di medsos tidak benar adanya.

EA akronim Erwin Aksa, mengaku, telah menerima beberapa video, tentang relawan-relawan yang ataupun juga mungkin oknum-oknum yang mengatanamakan relawan.

“Saya ingin memberikan pesan untuk relawan-relawan kita untuk tidak terprovokasi, jangan sampaikan pesan-pesan negatif kepada masyarakat,” serunya disadur lewat video di medsos, Rabu (9/9/2020).

Founder Bosowa ini mengemukakan, tidak ada yang  harus disampaikan para relawan Appi-Rahman ke masyarakat kecuali seruan untuk sama-sama melawan covid19.

Selain itu, pemberian isentif, termasuk beberapa program yang ia sebut yakni insentif PBB, perhotelan dan restoran, insentif UKM, dan program lainnya.

“Tidak ada yang harus disampaikan kecuali kita ingin memberantas covid19 di Kota Makassar, dan insentif-insentif kepada masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, salah satu ketua LPM di Kecamatan Tamalanrea, Sudirman, saat menyampaikan visi-misi Appi-Rahman di depan warga menyebut bahwa lebih baik bosowa yang mengelola proyek di Kota Makassar daripada warga keturunan.

“Ada tiga yang menjadi, kenapa dia (Rahman Bando, red) mau berpasangan dengan Appi, yang pertama dia tidak mau ada sponsor, dia tidak mau ada orang cina yang membiayayai, dia katakan kepada kami bahwa lebih baik proyek dikuasai bosowa daripada orang cina, itu yang disampaikan kepada kami,” ungkap Sudirman meniru ucapan Ramhan Bando, saat memaparkan program kandidat Appi-Rahman baru-baru ini.

Sudirman menceritakan bahwa 8 LPM termasuk dirinya memang pernah bertemu dengan Rahman Bando. Point yang dimaksudkan itulah alasan mengapa ARB akronim Abd Rahman Bando ingin mendampingi Appi agar kelak nanti semua proyek itu tidak lagi dikuasai oleh warga keturunan, melainkan oleh pihak Bosowa.

Dari informasi yang dihimpun, pernyataan ini sontak memicu ketersinggunan oleh warga keturunan di Kota Makassar. Warga keturunan sesalkan pernyataan tersebut bakal mencederai nilai-nilai pluralisme di Kota Daeng yang sudah terbangun kokoh berabad-abad lamanya. (**)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed