WAHANA INFOTA – Kota yang memperkenalkan dirinya, melalui sebuah inovasi dan prestasi. Tak jarang menjadi sebuah kota percontohan di berbagai aspek pada laju pembangunan skala nasional serta internasional saat ini. Itulah Makassar, kota yang pada 9 November 2018, genap berusia 411 tahun.
Pada ajang pengharagaan Nasional, Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Tahun 2017 dan 2018, dibawah kendali pemerintahan Walikota, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto ini, kota Makassar berhasil menempatkan dirinya sebagai peraih peringkat tertinggi LPPD, yang merupakan ajang penghargaan tertinggi skala Nasional.
Makassar kian bergegas, siap berlomba dalam menuntaskan segala persolan-persoalan yang merupakan bagian tak terelakkan dalam peradaban masa kini.
Mempercepat laju pembangunan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menumpas korupsi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk pada pelayanan kesehatan dan pendidikan menjadi fokus utama Pemkot Makassar untuk kemudian menghadirkan Makassar yang dua kali tambah baik.
Implementasi yang tepat sasaran, kemudian menghadirkan beragam apresiasi. Prestasi demi prestasi terus diraih mewarnai setiap inovasi yang terukir.
Apa yang kemudian tertanam dalam konsep Makassar sombere’ n’ smart city merupakan sebuah perpaduan peradaban tekhnologi modern dengan kultur budaya masyarakat bugis makassar yang dikenal ramah dan murah senyum. Pencanangan program Makassar Tidak Rantasa’ yang pada implementasinya terbagi pada beberapa sub program diantaranya : LISA (Lihat Sampah, Ambil) Longgar (Lorong Garden), Tangkasa’ki (Truk Angkutan Sampah Kita) menuju perwujudan Makassar sebagai kota yang bersih, nyaman dan asri.
Raihan Adipura Asean dalam kategori clean land, di brunei, melengkapi raihan adipura-adipura sebelumnya, yang secara 3 kali berturut-turut yang dimulai sejak awal pemerintahan Walikota Danny.
Adipura, dalam pandangan Danny Pomanto merupakan sebuah lambang kebersihan kota.
“Adipura itu sekadar lambang, tapi intinya adalah kebersihan itu menjadi budaya baru kita,” ungkap Danny beberapa waktu silam.
Konsennya adalah bagaimana kemudian kota Makassar ke depannya terus melakukan perbaikan-perbaikan pada tiap sektor. Drainase, taman dan pepohonan, menurutnya adalah bagian penting dalam penataan dan kebersihan kota. Inovasi lainnya yang kemudian lahir adalah bank sampah yang memberi banyak manfaat, tak hanya pada soal kebersihan kota semata, namun juga pada tambahan penghasilan warga.
Yang paling mencolok dari ciri khas kepemimpinan Danny saat membawa kota Makassar hingga cukup dikenal sampai ke ruang Internasional, ialah memberi ruang yang cukup luas kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam membangun kota anging mamiri ini. Baik dengan meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat melalui himbauan yang kemudian melahirkan peran serta masyarakat. Ataupun dengan menghadirkan lapangan-lapangan kerja baru pada beberapa sektor, seperti dengan membentuk satuan tugas.
Di bidang pelayanan kesehatan, inovasi Home Care dan Layanan Darurat 112 menjadi program unggulan yang menawarkan pelayanan kepada masyarakat.
Pada perayaan Makassar Eight Festival n’ Forum atau yang lebih dikenal dengan sebutan F8 Makassar, Makassar memperkenalkan beragam adat budaya serta info wisata kepada semua mata yang menikmati gelaran festival internasional ini.
Keberhasilan Danny Pomanto dalam membawa kemajuan kota Makassar terangkum dalam bejibun penghargaan yang berhasil diraih di era pemerintahannya.
Di malam puncak perayaan HUT Makassar, sang Invoator kembali pada hakikat manusia biasa, yang tak luput akan kekurangan dan kelemahan. Apa yang sudah ia torehkan diharapnya bisa menjadi motivasi dan spirit pembangunan Makassar ke depannya.
“Kota ini harus terus berlanjut. Tanpa DIA ( Danny – Daeng Ical), harus tetap bergerak. Ijinkan saya menyampaikan permohonan maaf jika banyak masyarakat yang belum puas dengan kinerja kami tapi sesungguhnya kami sudah berbuat untuk Kota Makassar”
“Sebuah kota harus sustainablility. Tanpa Danny dan Deng Ical, Makassar harus lebih maju dari ini,” Tegas Danny Pomanto pada puncak HUT Makassar, yang di gelar di Tribun Karebosi, Jumat 9/11, malam tadi.
“Jangan Biarkan Makassar Mundur Lagi” Tutup Danny Pomanto, yang disambut riuh tepuk tangan para hadirin.
Dirgahayu kota Makassar yang ke 411.
Kota yang kini kian dikenal sebagai kota berprestasi, penuh inovasi dan menjadi kota percontohan.
9 November 2018
Redaksi Wahana Infota













Leave a Reply