oleh

Tingkatkan Kemampuan, Personil Batalyon A Pelopor dan Batalyon B Pelopor Sat Brimob Melaksanakan Latihan di LAPAN Pare – Pare

WAHANA INFOTA, MAKASSAR — Sebanyak 5 personel Batalyon A Pelopor dan 2 Personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulsel mengikuti Latihan peningkatan kemampuan pengolahan citra satelit dan informasi di Lembaga penerbangan dan antariksan nasional (LAPAN) Jalan A. Yani No.Km. 6, Bukit Harapan, Kota Parepare.

Pelatihan peningkatan kemampuan Navigasi dan Pemetaan ini dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 23 s/d 30 Juli 2021.

Pasukan Korps Brimob Polri merupakan pasukan Elit Polri yang memiliki beberapa kemampuan khusus diantaranya ialah Navigasi Darat. Navrat sendiri sangat diperlukan apabila melakukan Pertempuran Hutan yang dimana bertugas untuk menjaga keamanan dan kedamaian di suatu daerah rawan contohnya Papua dan Poso Sulteng, dimana sering terjadi serangan yang dilakukan oleh KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) kepada masyarakat atau bahkan sering kontak senjata antara TNI-Polri dan KKB di dataran tinggi hutan papua maupu poso sulteng.

Adapun materi yg dipelajari dari kegiatan pelatihan ini adalah Stasiun bumi dan pemanfaatannya, penginderaan jarak jauh, mengolah data citra satelit dan GPS.

Salah satu materi yang cukup menarik adalah navigasi darat dan penggunaan GPS untuk operasi SAR. Navigasi darat adalah ilmu yang mempelajari cara menentukan lokasi dan memberikan bayangan medan (kondisi permukaan dan bentang alam) dengan bantuan minimal peta dan kompas.

Pengetahuan tentang navigasi darat ini modal besar yang harus dimiliki seorang personel dalam operasi tempur dalam hutan seperti Gerilya Anti Gerilya ( GAG ) atau Jungle Warfare, selain itu juga diperlukan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan atau yang tersesat di pegunungan dan hutan, serta kegiatan olah raga.

Tidak lupa juga dengan materi GPS. Materi ini membahas bagaimana menggunakan GPS yang biasa digunakan di lapangan. Fungsi GPS adalah untuk membuat waypoint koordinat tertentu dan juga menyisir lokasi di gunung hutan dengan derajat tertentu.

Navigasi maupun GPS erat kaitannya dengan Geografi karena mempelajari mengenai keadaan permukaan bumi. Dengan menggunakan informasi posisi maupun waktu, GPS mempercepat dan mempermudah analisis data dalam proses pengambilan keputusan dan pencarian informasi dengan SIG.

Saat ditemui Komandan Batalyon A Pelopor AKBP Darminto,S.Sos mengatakan kegiatan kerjasama ini akan terus dilaksanakan dan berkelanjutan mengingat ini merupakan pengembangan kemampuan Satuan dan perorangan.

Darminto juga mengungkapkan bahwa kegiatan latihan navrat ini merupakan wujud kesiapan personel dalam menghadapi tantangan tugas kedepan yang semakin kompleks sehingga tugas yang diemban dapat dilaksanakan dengan baik dan profesional.

“Selain itu, dengan kemampuan tersebut tentu akan menjawab kepercayaan masyarakat terhadap Polri bahwa Satuan Brimob mempunyai kemampuan dalam hal ini penanganan kejahatan yang berintegritas tinggi serta mampu menjaga keamanan dan kedamaian di negeri ini,” tuturnya.

Darminto berharapan kegiatan tentang materi navrat ini agar setiap personel Batalyon A Pelopor mampu menentukan suatu tempat dan memberikan bayangan medan sebenarnya baik keadaan permukaan serta bentang alam dari bumi dengan bantuan minimal peta dan kompas.

“Sebagai seorang Pasukan Brigade Mobile pengetahuan tentang medan merupakan sebuah kemampuan sangat penting untuk Brimob karena kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang pasukan,” ujar Dansat Brimob Polda Riau.

Pengetahuan penguasaan medan pun akan mempermudah pasukan dalam mencapai tujuan dan target, Navigasi Darat juga diperlukan untuk usaha-usaha pencarian lokasi musuh dan juga sebagai upaya pencarian korban kecelakaan atau tersesat di gunung dan hutan.

” Mudah-mudahan di akhir pelaksanaan pelatihan pengelolahan citra satelit dan informasi untuk mengingat dan sering mempraktekkannya di kemudian hari karena mereka sangat paham betul betapa pentingnya pelajaran yang didapatkan dari Lembaga penerbangan dan antariksa nasional (LAPAN) karena tidak semua personel mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan tersebut” Tutup Darminto.

Secara terpisah Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Muhammad Anis PS. S.I.K.,M.Si mengatakan mengatakan sebagai anggota Polri Khususnya Brimob, yang mengemban fungsi SAR sangat dibutuhkan. Pengetahuan tentang medan merupakan sebuah modal yang harus dimiliki seorang personel dimedan sebenarnya. Pengetahuan penguasaan medan akan mempermudah untuk mencapai tujuan tertentu dan target tertentu dalam kegiatan Pencarian maupun Pertempuran.

Pengetahuan tentang medan ini antara lain meliputi Navigasi Darat atau yang sering disebut Navrat. “Navigasi darat adalah penentuan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya maupun pada peta. Berkaitan dengan pengertian tersebut, pemahaman tentang kompas dan peta serta cara penggunaannya mutlak harus dikuasai.” Jelasnya. (**)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed