WAHANA INFOTA – Pengelolaan sampah di kota Makassar melalui sistem bank sampah dan pengelolaan sampah organik dengan kompos dan pemanfaatan gas dari sampah, kembali mendapat pengakuan dari negara luar. Hal tersebut terungkap sat tim ahli pengelolaan lingkungan dari Swedia.
Sabtu (10/11), melakukan kunjungan ke empat lokasi pengelolaan sampah di masyarakat, pasar, bank sampah pusat dan lorong garden. Di lorong garden jalan Onta Lama misalnya, tim dari Swedia ini, melihat langsung penataan lorong, tanaman, pengelolaan sampah melalui bank sampah, kompos serta penyediaan sarana keamanan berupa CCTV di lorong.
Johan Moller, project manager The Swedish Trade and Invest Council mengaku salut dengan kerjasama pemerintah, masyarakat serta lembaga dan organisasi lainnya dalam memajukan lorong. Sementara Mathias Gustavsson dari IVL Swedish Enviromental Research Institute mengaku salut dengan Walikota Makassar yang menjadikan Makassar sebagai kota yang tinggi dalam pengelolaan sampahnya.
Apalagi saat rombongan melihat langsung pengelolaan sampah organik menjadi biogas dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk masak memasak. Di Bank Sampah Sukses Abadi yang terletak di kecamatan Makassar ini, rombongan Swedia juga diperlihatkan hasil daur ulang sampah serta program sampah tukar beras, sampah tukar minyak goreng, sampah tukar pulsa.
Di Bank sampah pusat kota Makassar, tim ahli pengelolaan lingkungan dari dari Swedia ini, lebih banyak melihat proses pengelolaan bank sampah dari masyarakat, penjemputannya hingga proses pembelian sampahnya oleh vendor atau pengusaha sampah di Kota Makassar.
Lokasi yang menjadi akhir dari kegiatan tim ahli Swedia ini adalah, Pasar Panakukang. Tim ahli yang diantar langsung oleh ketua umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia, Saharuddin Ridwan ini diperlihatkan proses pengelolaan sampah organik dari pasar dijadikan kompos dan proses pengelolaan sampah an organik untuk menjadi kompos padat dan kompos cair.
Sahar yang juga direktur operasional PD Pasar ini memberikan penjelasan terkait proses pengelolaan sampah serta solusinya.
“Sesuai pengarahan bapak walikota tadi, kami sengaja membawa mereka ke lokasi pengelolaan sampah di masyarakat. Tujuannya agar mereka tahu apa yang dijelaskan pak wali sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Saya sampaikan ke mereka, bahwa masalah yang bisa mereka bantukan adalah bagaimana mengelola sampah organik yang komposisinya masih 6 kurang lebih 60 persen baik dari pasar maupun dari rumah tangga,” ujarnya. (*SN)
Saya tidak mengerti dengan kecendrungan orang-orang yang memilih minuman keras yang memabukkan sebagai pelarian saat ia dirundung masalah, ketika ia…
Mungkin, sering tak kita sadari, kata 'Pulang' kerap mereduksi kelelahan kita di tengah aktifitas keseharian, seolah mengirimkan pesan, ada ketenangan…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 Universitas…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Pelaksanaan program donor darah yang digalakkan oleh Komunitas Passapeda (KOMPAS) Biringkanaya, akan kembali diadakan pada bulan…
WAHANAINFOTA, - secara resmi menutup rangkaian kegiatan Upgrading Pengurus Harian LPM Penalaran UNM Periode 2025/2026 pada Ahad, 12 April 2026,…
MAKASSAR, - Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menyelenggarakan kegiatan Upgrading Pengurus Harian LPM Penalaran UNM Periode…