oleh

Setelah Isu Diskualifikasi, Kini Danny Difitnah Punya Konflik dengan Mahasiswa

WAHANAINFOTA, MAKASSAR – Peristiwa pengerusakan Kantor Partai NasDem, Jalan AP Pettarani, Kecamatan Tamalate, Makassar, dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.

Sejumlah kaca dirusak. Begitu juga dengan mobil ambulance milik partai besutan Surya Paloh itu dibakar oleh Orang Tak Dikenal (OTK), Kamis (22/10/2020) malam.

Kejadian ini sepertinya dimanfaatkan oleh lawan politik pasangan calon (paslon) nomor urut satu, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto-Fatmawati Rusdi. Bahkan, beberapa saat setelah kejadian, bermunculan isu jika Danny Pomanto punya konflik dengan mahasiswa.

Itu kembali dibenturkan dengan peristiwa aksi demonstrasi di bawah Jembatan Fly Over, belum lama ini. Saat itu memang, para pendukung Danny-Fatma sempat membubarkan aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa. Alasannya, baligho ADAMA’ diturunkan dari tempatnya dan dijadikan tameng oleh para mahasiswa.

Aksi pembubaran para pengunjuk rasa itu pun viral. Di akhir video, pendukung ADAMA’ tegas mengatakan. Tidak mempersoalkan aksi demonstrasi itu. Dia hanya kesal kepada mahasiswa yang menurunkan baligho ADAMA’. Nampak juga pada video itu, beberapa mahasiswa telah meminta maaf kepada pendukung ADAMA’ di lokasi.

Dikonfirmasi, Danny Pomanto hanya menyerahkan proses penyelidikan oleh aparat kepolisian. Dia tidak ingin lebih jauh berspekulasi menanggapinya.

“Kita serahkan kepada aparat kepolisian mengusutnya. Kepada tim ADAMA’ untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi,” harapnya.

Wali Kota Makassar periode 2014-2019 ini juga menegaskan, tidak pernah memiliki konflik dengan mahasiswa.

Fitnah ini teridentifikasi. Isunya dikendalikan oleh akun facebook atas nama Halminati Taddang dan Reza Laso.

Di group Pilwali Makassar 2020, kedua akun ini memosting foto rangkaian kejadian pembakaran ambulance NasDem. Dipertegas dengan caption. Oleh Halminati, menulis “ka biar mahasiswa kau lawan juga begitumi akibatknya. Kemudian akun Reza menulis “konflik antara mahasiswa dan Danny Pomanto terus berlanjut”.

Terpisah, Juru Bicara (Jubir) ADAMA’, Indira Mulyasari Paramastuti juga bilang tidak ingin terlalu jauh berbicara. Pada kapasitasnya, dia hanya mengingatkan kepada seluruh tim dan komunitas pendukung ADAMA’ agar tidak terpancing oleh peristiwa itu.

“Untuk semua tim kami, agar tidak terpancing. Biarkan pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini,” singkatnya via pesan WhatsApp.

Jelang 9 Desember 2020, Danny Pomanto memang kerap diserang fitnah dan kampanye hitam. Sebelumnya, diserang isu diskualifikasi. Itu oleh laporan Tim Hukum Paslon nomor urut dua. Atas dugaan pembagian sembako atau money politik.

Kasus itu kini berada di meja penyidik Polrestabes Makassar. Oleh Bawaslu Makassar sendiri, kasus itu tidak ada kaitannya dengan paslon Adama.

Komisioner Bawaslu Makassar, Sri Wahyuni belum lama ini mempertegas. Jika pihaknya tidak menemukan adanya unsur tindakan Terstruktur Sistematis dan Massif (TSM) pada laporan yang dilayangkan Yusf Gunco (Yugo), tim hukum Munafri Arifuddin-Rahman Bando.

“Untuk mengarah kediskualifikasi harus memenuhi syarat TSM. Sementara kami menerima laporan ini dari satu kecamatan. Jadi tidak belum ada arah (diskualifikasi) itu. Jadi kami tidak menemukan hubungannya dengan paslon,” tegas Sri. (**)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed