WAHANA INFOTA, MAKASSAR – Dalam upaya mendukung program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, lorong wisata, Kecamatan Mariso terus berbenah melakukan penataan lorong-lorong dalam wilayahnya. Salah satu lokasi yang saat ini tengah dibenahi adalah di lingkungan Kelurahan Kampung Buyang.
Untuk diketahui saat ini ada 2 (dua) titik lokasi yang menjadi pilot project (percontohan) program lorong wisata di Kecamatan Mariso, yakni lokasi lorong garden di Jalan Flamboyan Barat Kelurahan Kampung Buyang. Satunya lagi berlokasi di lorong kanal Jalan Nuri Baru Kelurahan Bontorannu.
Camat Mariso Juliaman, dan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Muh. Ikbal, intens memantau pelaksanaan program lorong wisata di wilayahnya. Khusus di Kelurahan Kampung Buyang, yang menjadi salah satu lokasi pilot project lorong wisata mendapat perhatian keduanya.
Seperti yang terlihat, Selasa (28/6/2022), Sekcam Mariso Muh. Ikbal ikut berbaur dengan sejumlah anggota KWT Flamboyan Kelurahan Kampung Buyang melakukan pembibitan cabai dan seledri. Lebih menariknya lagi, pembibitan tanaman yang mendukung program lorong wisata dilakukan dengan memanfaatkan teras beton atap rumah Ibu Rahmi, salah satu warga setempat.
“Pemanfaatan atap rumah untuk melakukan budidaya aneka ragam tanaman produktif dan bernilai ekonomis seperti cabai dan seledri ini tentu saja menjadi daya tarik tersendiri dalam lorong yang terasa di Jalan Flamboyan Barat ini,” ujar Sekcam Mariso, Muh. ikbal, yang turut didampingi Lurah Kampung Buyang H.Satubo, Penyuluh Pertanian Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Hamka SP dan Abdul Gafar, serta sejumlah anggota KWT Flamboyan.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian, Abdul Gafar menambahkan bahwa pemanfaatan atap rumah warga untuk melakukan pengembangan tanaman produktif sangat sesuai dengan konsep pertanian perkotaan atau urban farming. Dijelaskannya bahwa urban farming ini merupakan upaya pengembangan atau budidaya tanaman, termasuk peternakan dan perikanan dengan memanfaatkan lahan-lahan perkotaan yang sempit dan terbatas.
“Untuk melakukan pengembangan atau budidaya tanaman yang memiliki nilai ekonomis dan bergizi tidak harus dilakukan pada lahan-lahan pertanian yang luas. Namun bisa juga dilakukan pada lahan-lahan sempit dan terbatas dengan konsep urban farming,” papar Abdul Gafar, yang juga menjabat Ketua Forum Komunikasi THL-TBPP Provinsi Sulawesi Selatan ini. (***)
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi terapi preeklamsia berbasis kelapa sawit melalui ajang Lomba Riset Tingkat…
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
MAKASSAR, Kegiatan Semarak PPKn yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKn FIS-H UNM Periode 2025–2026 akan dilaksanakan pada hari…
MALINO, 24 April 2026 Musyawarah Besar (Mubes) HMPS Pendidikan Administrasi Perkantoran FIS-H UNM yang dilaksanakan pada 24–26 April 2026 di…
Saya tidak mengerti dengan kecendrungan orang-orang yang memilih minuman keras yang memabukkan sebagai pelarian saat ia dirundung masalah, ketika ia…