sansiro di Makssar (Foto : Muhammad Nurdin)
WAHANA INFOTA – No final whistle from referee, just prayer call from mosque nearby could end the game. Demikian salah satu komentar netizen terkait sebuah foto yang sedang menunjukkan sebuah lapangan bola dengan fasilitas seadanya, hanya dilengkapi tiang gawang tanpa jaring. Rumput lapangan? Cukup dengan hamparan tanah liat, para bocah sepertinya sudah sangat puas menikmati permainan, pun tanpa menggunakan sepatu. Terkait jumlah pemain ? Ah, 4 melawan 3 pun jadi. Sesederhana itulah sepakbola bagi mereka. Menjadi hal yang digemari, juga bisa dinikmati.
Demikian cerita yang tersirat dalam sebuah moment yang diabadikan oleh fotografer asal Makassar, Muhammad Nurdin, yang kemudian viral setelah salah satu laman instagram sepakbola mancanegara @433 yang mempunyai 19 Juta followers ini, kemudian memposting ulang foto tersebut dari laman instagram milik Muhamamad Nurdin, @pachesmindstore.
Foto yang diupload pada 5 januari tersebut, kini telah mendapatkan 1 juta like dari para pengguna Instagram. Baik dari Indonesia, pun netizen mancanegara. Dua artis ternama Vincent Rompies dan Gilang Dirga ikut menyukai dan berkomentar dalam foto tersebut. Ada pula beberapa pesepakbola yang berkecimpung di Liga Indonesia, mulai Ahmad Bustomi, Adam Alis, Ridwan Tawainella, Steven Paulle higga gelandang PSM Makassar asal Belanda, Marc Klok.
Sansiro, tulisan yang melekat disisi tembok yang menjadi pembatas antara lapangan dan rumah warga itu, adalah merupakan nama stadion kebanggaan masyarakat Milan, stadion sekaligus markas utama AC Milan, salah satu klub papan atas liga Serie A Italia. Terkesan unik tentu saja, karena bila ingin membandingkan persamaan antara Sansiro di Milan dan sansiro di Jalan Masale 2, RT 1, RW 3, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang Makassar tersebut,maka hanya akan ada satu persamaan, yakni keduanya adalah tempat untuk bermain bola.
Beragam komentar netizen terkait Sansiro di makassar yang mendadak viral 2 hari belakangan ini, salah satunya menyebutkan tentang kebiasaan anak-anak di negeri ini, bila bermain bola di sore hari, mereka biasanya bermain tanpa wasit dan panggilan Adzan dari masjid akan menjadi penentu usainya sebuah pertandingan di sore itu. Itulah sepakola dengan segala macam kisahnya. Sansiro di Makassar mewakili dari sekian banyak cerita-cerita itu. (SN)
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi terapi preeklamsia berbasis kelapa sawit melalui ajang Lomba Riset Tingkat…
MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…
MAKASSAR, Kegiatan Semarak PPKn yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKn FIS-H UNM Periode 2025–2026 akan dilaksanakan pada hari…
MALINO, 24 April 2026 Musyawarah Besar (Mubes) HMPS Pendidikan Administrasi Perkantoran FIS-H UNM yang dilaksanakan pada 24–26 April 2026 di…
Saya tidak mengerti dengan kecendrungan orang-orang yang memilih minuman keras yang memabukkan sebagai pelarian saat ia dirundung masalah, ketika ia…