WAHANA INFOTA, MAKASSAR – Menyampaikan pendapat di muka umum, apa pun bentuknya, merupakan salah satu hak asasi menusia yang dijamin konstitusi.
Semua upaya membungkamkan aspirasi rakyat yang disuarakan oleh mahasiswa harus dihentikan sehingga tidak memunculkan kesan represif.
Seperti terjadi, dialami Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu bentrok dengan aparat kepolisian yang melakukan penjagaan jalannya aksi demo penolakan kenaikan harga BBM di Kantor DPRD Dompu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (1/9/2022). Begitu juga di Kupang, bahkan kader kohati hijau hitam jadi korban.
Kaitan hal ini, Ketua umum HMI Cabang Makassar, Muhammad Arsy Jailolo mencam tindakan represif dilakuman aparat kepada kader hijau hitam. Menurutnya menyampaikan aspirasi di hdapan umum dijamin UU.
“Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Makassar, mengecam Kaeras tindakan represif aparat kepolisian terhadap pengunjuk rasa di Dompu dan Bengkulu (reformasi tubuh polri),” ujarnya.
Maka, pada hari Jumat tanggal 2 September 2022 di wisma HMI Cabang Makassar dengan massa 100 orang menggelar aksi, adapun yang dimulai pada jam 2 sore hingga malam hari.
Adapun yg menjadi tuntutan adalah, HMI Meminta Kapolri Harus Bertanggung jawab atas tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh aparat Kepolisian terhadap kader-kader HMI dalam aksi dominstrasi penolakan BBM diseluruh daerah.
“Tindakan represif saat penangan aksi menandai Gagalnya Realisasi Jargon Polri presisi meminta Presiden Joko Widodo untuk segera melakukan reformasi institusi Polri secara total,” jelasnya.
Ia meminta kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk segera menyelamatkan institusi Polri sebagai amanat reformasi dari kegagalan Kapolri dalam melakukan pembinaan terhadap anggota nya.
“Kami meminta Presiden Joko Widodo untuk segera mengambil langkah terukur dalam membongkar sindikat judi online/darat, narkoba dan diagram konsorsium 303 yang melibatkan para petinggi Polri,” tuturnya.
Dia menambahkan, apabila benar ada keterkaitan anggota Polri dalam skandal tersebut. Atas akumulasi kegagalan Kapolri dalam menggawangi Institusi Polri.
“Kami meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera mencopot Kapolri karena di anggap telah gagal dalam melaksanakan tugas nya. Aksi ini tetap dilanjutkan di hari sabtu dan seterusnya hingga ada langkah dari Polri,” pungkasnya. (**)
Saya tidak mengerti dengan kecendrungan orang-orang yang memilih minuman keras yang memabukkan sebagai pelarian saat ia dirundung masalah, ketika ia…
Mungkin, sering tak kita sadari, kata 'Pulang' kerap mereduksi kelelahan kita di tengah aktifitas keseharian, seolah mengirimkan pesan, ada ketenangan…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 Universitas…
WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Pelaksanaan program donor darah yang digalakkan oleh Komunitas Passapeda (KOMPAS) Biringkanaya, akan kembali diadakan pada bulan…
WAHANAINFOTA, - secara resmi menutup rangkaian kegiatan Upgrading Pengurus Harian LPM Penalaran UNM Periode 2025/2026 pada Ahad, 12 April 2026,…
MAKASSAR, - Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menyelenggarakan kegiatan Upgrading Pengurus Harian LPM Penalaran UNM Periode…